Kemeriahan Kampung Lampu Hias di Menganti Gresik, Hasil Swadaya Warga Senilai Ratusan Juta Rupiah
Warga Dusun Biyodo, Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, memeriahkan HUT Ke-80 RI dengan meriah. Secara swadaya, mereka menghias kampung dengan aneka lampu warna-warni dan membuat icon daerah.
GRESIK, SJP - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus disambut meriah warga Dusun Biyodo, Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di mana, warganya menghias kampung dengan lampu warna-warni dan merangkai menjadi beberapa miniatur ikon kota di Indonesia, tokoh proklamasi, hingga burung garuda.
Uniknya, biaya menghias kampung tersebut bersumpah dari hasil swadaya warga yang mencapai ratusan juta rupiah. Adapun warga Dusun Biyodo, Desa Beton, Kecamatan Menganti, ini terdiri dari empat lingkungan RT yakni RT 11, 12, 13, dan 14.
Lingkungan RT setempat membuat miniatur lampu warna- warni dengan konsep yang berbeda-beda.
Kepala Dusun Biyodo, Abdul Kohar, mengatakan konsep yang diambil dalam kampung hias lampu warna warni tahun ini ialah kota tertua di Indonesia.
"Tema tahun ini merupakan Kota lama Indonesia. Ada miniatur Jembatan Suramadu, Burung Garuda, tembok pertahanan burung garuda, monumen Bung Karno, biasanya seperti membawa kita kembali ke Kota Lama," ungkapnya, Senin (11/8/2025).
Kohar menyampaikan, beberapa ikon kota yang dibuat warga menjadi melambangkan bentuk persatuan di tengah perbedaan suku, ras, dan agama. Untuk membuat kampung hias ini, kata dia, warga berswadaya iuran per rumah menabung sebesar Rp400-500 ribu yang bisa dicicil selama satu tahun.
"Uang iuran akan diambil menjelang Agustus," jelasnya.
Tradisi menghias kampung di Dusun Biyodo ini memang merupakan tradisi tahunan. Tak hanya dinikmati warga Dusun Biyodo setempat.
Kampung hias ini juga turut diminati banyak pengunjung dari luar dusun untuk sekedar foto-foto ataupun berswakuliner. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

