Kemeriahan Grebeg Gunungan Lima Blitar, Berebut Berkah di Makam Sang Proklamator

Ratusan warga rela berdesakan berebut Gunungan Lima di Makam Bung Karno Blitar pada Hari Lahir Pancasila 2026.

01 Jun 2026 - 20:15
Kemeriahan Grebeg Gunungan Lima Blitar, Berebut Berkah di Makam Sang Proklamator
Kirab Gunung Lima dalam rangka Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. (Foto: Beritasatu.com/Dwi Haryadi)

BLITAR, SJP — Suasana khidmat peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar seketika berubah menjadi lautan antusiasme. Senin (1/6/2026), ratusan warga menyemut di kawasan Makam Bung Karno, Jawa Timur. Mereka rela berdesakan demi satu tujuan: berebut Gunungan Lima.

Bukan sekadar sayur dan buah, hasil bumi yang disusun menggunung ini diyakini membawa berkah melimpah bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya.

Sejak pagi buta, masyarakat dari berbagai daerah sudah memadati kompleks makam Presiden pertama RI tersebut. Begitu prosesi adat selesai dan Gunungan Lima resmi dibuka, "medan tempur" kegembiraan pun dimulai.

Warga saling dorong, merangsek maju, bahkan ada yang hingga terjatuh demi mengamankan sayuran atau buah-buahan. Meski riuh dan bersimbah keringat, raut wajah mereka justru dipenuhi tawa dan suka cita. Tradisi tahunan ini tetap berjalan tertib dan menjadi agenda yang paling dinantikan.

"Alhamdulillah, dapat sayuran! Sebagian nanti mau saya simpan di rumah buat simbol keberkahan, sisanya langsung dimasak buat makan bareng keluarga," ujar Yuni Setiowati, salah satu warga yang ikut merangsek di tengah kerumunan.

Grebeg Pancasila bukan sekadar tontonan rekaan. Di balik kemeriahannya, ada makna mendalam yang sarat filosofi: Angka lima pada gunungan merepresentasikan lima sila dalam Pancasila.

Tradisi ini menjadi pengingat visual agar masyarakat terus membumikan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Prosesi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Perebutan Gunungan Lima ini sekaligus menjadi gong pembuka dari rangkaian Bulan Bung Karno yang akan digelar sepanjang Juni 2026 di Kota Blitar.

Pemerintah Kota Blitar telah menyiapkan sederet agenda menarik, mulai dari festival budaya, pagelaran seni, hingga aksi sosial.

"Kami berharap rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial belaka. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk membakar kembali semangat nasionalisme dan memperkuat ideologi Pancasila di hati masyarakat," tulis pihak Pemerintah Kota Blitar.

Sumber : beritasatu.com
Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow