Keluarga Migran di Situbondo Menangis, Desak Pemerintah Pulangkan Anggota Keluarga dari Wilayah Perang

Sejumlah keluarga migran mendatangi posko dengan penuh kecemasan, meminta Pemerintah Kabupaten Situbondo segera mengupayakan pemulangan anggota keluarga mereka yang terjebak di tengah berkecamuknya konflik Iran-Israel.

05 Mar 2026 - 17:30
Keluarga Migran di Situbondo Menangis, Desak Pemerintah Pulangkan Anggota Keluarga dari Wilayah Perang
Keluarga TKW melapor ke posko pengaduan di depan Pendopo Rakyat Situbondo dan langsung didatangi oleh Bupati Situbondo. (Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP– Suasana haru menyelimuti posko pengaduan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di depan Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis (5/3/2026). 

Sejumlah keluarga migran mendatangi posko dengan penuh kecemasan, meminta Pemerintah Kabupaten Situbondo segera mengupayakan pemulangan anggota keluarga mereka yang terjebak di tengah berkecamuknya konflik Iran-Israel.

Salah satu keluarga yang melapor adalah kerabat dari Sri Wahyuningsih, PMI asal Situbondo yang saat ini dilaporkan tertahan di penampungan di Oman. 

Isak tangis pecah saat mereka menceritakan kondisi anggota keluarganya yang kini tidak bisa pulang ke tanah air akibat situasi keamanan yang memburuk.

"Kami menerima informasi bahwa yang bersangkutan saat ini berada di penampungan bersama temannya yang lain dan tidak bisa pulang ke tanah air," ungkap perwakilan keluarga Sri Wahyuningsih.

Menurut penuturan keluarga, Sri Wahyuningsih awalnya bekerja di Dubai. Namun, eskalasi perang memaksa dirinya berpindah ke penampungan di Oman. Hingga kini, keluarga di Situbondo merasa was-was karena situasi di kawasan Timur Tengah dilaporkan mencekam akibat ledakan bom.

Merespons jeritan hati masyarakat tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo langsung menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk bergerak cepat melalui posko pengaduan, baik secara daring maupun luring. 

Laporan awal mengenai kondisi darurat ini diterima Bupati saat melakukan siaran langsung di platform TikTok, di mana seorang migran mengaku panik dan ingin segera dipulangkan.

"Saat saya sedang live TikTok ada satu orang asal Situbondo berada di Oman yang saat ini negara itu sedang terdampak perang. Untuk itu saya perintahkan Kepala Dinas untuk membuat posko pengaduan," ujar Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada tiga orang migran yang teridentifikasi berada di zona merah konflik. Bupati menegaskan bahwa pemulangan warga Situbondo menjadi prioritas yang akan dikordinasikan dengan otoritas diplomatik.

"Sementara saat ini baru tiga yang terdata, untuk itu saya minta kepada Dinas terkait untuk proaktif mencari informasi warga Situbondo yang berada di wilayah terdampak perang," lanjut Mas Rio, sapaan akrabnya.

Pemerintah Kabupaten Situbondo berjanji akan segera menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan KJRI di negara setempat untuk mencari jalan keluar bagi proses evakuasi dan pemulangan para pekerja migran tersebut.

Pihak Disnaker mengimbau keluarga lain yang memiliki kerabat di wilayah terdampak perang untuk segera melapor agar identitas mereka masuk dalam daftar prioritas perlindungan dan pemulangan oleh pemerintah pusat. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow