Kejar Standar Higiene, Pemkot Batu Percepat Legalitas Dapur MBG

Dengan penekanan pada percepatan legalitas dan pemenuhan standar higiene, Pemerintah Kota Batu ingin memastikan program MBG tidak sekadar berjalan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dari sisi keamanan dan nilai gizi. Langkah ini menjadi fondasi penting agar seluruh dapur SPPG yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 mampu memberikan layanan yang aman, terstandar, dan berkelanjutan bagi seluruh penerima manfaat.

06 Apr 2026 - 21:00
Kejar Standar Higiene, Pemkot Batu Percepat Legalitas Dapur MBG
Pemeriksaan dapur MBG (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga menekankan aspek legalitas dan standar higiene sebagai kunci keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Wakil Wali Kota Batu.Heli Suyanto ada Senin (6/4/2026) menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG harus diiringi dengan jaminan keamanan pangan. Salah satunya melalui percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh pengelola dapur.

"SLHS menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap makanan yang diproduksi memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi, sekaligus sesuai dengan pedoman gizi yang ditetapkan pemerintah pusat. Tidak cukup hanya membangun dapur, tapi juga memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar. SLHS ini menjadi jaminan bahwa makanan yang diterima pelajar benar-benar aman dan berkualitas,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 23 dapur SPPG di Kota Batu telah beroperasi penuh dan melayani 43.599 penerima manfaat. Pemkot menargetkan total 38 hingga 40 dapur dapat beroperasi secara menyeluruh pada tahun 2026.

Untuk mengejar target tersebut, Heli menginstruksikan dinas terkait agar aktif melakukan pendampingan, khususnya dalam proses pengurusan legalitas. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kendala administratif yang berpotensi menghambat operasional dapur di lapangan.

"Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengelola dapur terhadap pentingnya standar higiene dalam penyediaan makanan массов untuk pelajar," imbuhnya.

Dengan kombinasi antara percepatan infrastruktur dan penguatan aspek legalitas, Pemkot Batu optimistis program MBG tidak hanya berjalan masif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow