Kecewa Pelayanan Buruk, Warga Karangploso Malang Segel Kantor KUPT PDAM Tirta Kanjuruhan
Perbaikan pipa dinilai warga tanpa pemberitahuan sudah berulang, Perumda Tirta Kanjuruhan turunkan truk tangki air dan janjikan perbaikan layanan
MALANG, SJP–Warga RT 03/RW 10 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menyegel kantor KUPT PDAM Tirta Kanjuruhan Karangploso pada Sabtu malam (14/6/2025).
Aksi itu merupakan puncak kekecewaan terhadap buruknya layanan air bersih yang dirasakan warga, termasuk seringnya pemadaman air tanpa pemberitahuan dan janji layanan 24 jam yang tak kunjung terealisasi.
“Kami hanya menuntut pelayanan air yang layak sesuai janji. Tapi kenyataannya, air sering mati tanpa pemberitahuan dan janji tinggal janji,” ujar salah satu tokoh masyarakat saat aks, Sabtu (14/6/2025).
Sebelumnya, warga telah bermusyawarah dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Karangploso. Musyawarah itu juga diikuti Kepala Desa Ngijo Mahdi Maulana, KUPT PDAM Karangploso, serta jajaran direksi Perumda Tirta Kanjuruhan.
Musyawarah tersebut menyepakati beberapa poin penting:
- Moratorium penambahan pelanggan baru sebelum pasokan air stabil, terutama di kawasan GPA Raya.
- Larangan penambahan pelanggan baru sampai kebutuhan pelanggan eksisting terpenuhi.
- Prioritas layanan 24 jam bagi warga RT 03/RW 10 yang terdampak pembangunan sumur dan tandon.
- Penyaluran CSR kepada warga terdampak langsung.
- Keterlibatan warga RT 03 dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan di wilayah mereka.
Namun warga menilai, sejak pergantian Kepala Unit Karangploso, komitmen tersebut tak lagi dijalankan. Aliran air kerap tidak stabil, dan komunikasi dengan warga minim.
Masih Dalam Proses Perbaikan, Air Disuplai lewat Tangki
Menanggapi hal ini, Humas Perumda Tirta Kanjuruhan, Marsudi mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan proses perbaikan dan normalisasi sistem distribusi.
Pihaknya mengakui sudah memberitahukan sebelumnya jika sedang melakukan perbaikan guna optimalisasi pipa.
“Sampai dengan saat ini masih dilaksanakan perbaikan dan normalisasi,” ujar Marsudi, saat dikonfirmasi Ahad (15/6/2025).
Marsudi juga menyampaikan bahwa belum ada informasi resmi masuk mengenai penyegelan kantor KUPT Karangploso.
“Saya tidak ada kabar tentang penyegelan kantor,” jelasnya.
Namun demikian, Marsudi memastikan bahwa pihak PDAM tetap mengupayakan kebutuhan air warga dengan menyalurkan dropping air menggunakan armada tangki.
“Kami upayakan secepatnya, dengan senantiasa berikan dropping air melalui armada mobil tangki air, ada dua truk silih berganti datang sejak kemarin," tandasnya.
Warga menyatakan akan mempertahankan penyegelan hingga pihak direksi PDAM hadir dan menyampaikan solusi nyata.
Mereka juga menuntut agar keterlibatan warga, termasuk tokoh masyarakat seperti Indra, dikembalikan dalam proses pembangunan ke depan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

