Kecelakaan Laut di Selat Bali: Laporan dari Tahun ke Tahun
Kecelakaan kapal di Selat Bali melibatkan beberapa insiden serius, termasuk tenggelamnya KMP Yunicee dan KMP Rafelia 2 akibat kelebihan muatan. KMP Labitra Adinda dan kapal ikan Victori Utama mengalami kebakaran. Insiden terbaru melibatkan KMP Tunu Pratama Jaya, penyebabnya masih dalam penyelidikan. Ini menyoroti pentingnya keselamatan kapal di perairan tersebut.
SUARAJATIMPOST.COM - Kecelakaan kapal motor penyeberangan di Selat Bali telah menjadi permasalahan serius selama bertahun-tahun. Selat ini, yang menghubungkan pulau Bali dan Jawa, menyaksikan berbagai insiden yang melibatkan faktor cuaca buruk, kelebihan muatan, dan kondisi kapal yang tidak prima.
Pada 29 Juni 2021, KMP Yunicee tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Kecelakaan ini menewaskan tujuh penumpang, dengan belasan lainnya masih hilang. Kapal tersebut dilaporkan terseret arus kuat dan mengalami kerusakan pada lambungnya.
KMP Rafelia 2 tenggelam pada 4 Maret 2016 akibat kelebihan muatan. Kapal ini mengangkut 70 penumpang dan 33 kendaraan, termasuk truk yang membawa limbah berbahaya. Kecelakaan ini menyebabkan beberapa korban jiwa dan menimbulkan perhatian terhadap masalah keselamatan kapal.
Pada 17 Mei 2018, KMP Labitra Adinda terbakar saat dalam perjalanan dari Gilimanuk ke Ketapang. Kebakaran yang berasal dari mesin kapal mengakibatkan evakuasi penumpang dan kru. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan kapal.
Kapal ikan Victori Utama terbakar di Pelabuhan Tanjungwangi pada 26 Februari 2020. Kebakaran ini disebabkan oleh korsleting mesin, dan meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Insiden terbaru terjadi pada 2 Juli 2025, ketika KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Ketapang ke Gilimanuk. Penyebabnya masih dalam penyelidikan, namun faktor seperti cuaca buruk dan kelebihan muatan disebut-sebut sebagai kemungkinan penyebab.
Kecelakaan kapal di Selat Bali menunjukkan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut. Dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kapal yang beroperasi, perhatian terhadap kondisi kapal, pelatihan kru, dan penegakan regulasi keselamatan menjadi sangat penting.
Upaya untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan sistem keselamatan harus terus dilakukan agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Berbagai sumber
What's Your Reaction?

