Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Satgas Probolinggo Periksa Ketat SOP Dapur SPPG

Dua lokasi yang menjadi sasaran monev adalah SPPG Yayasan Kajar Berkah Sentosa di Desa Pabean serta SPPG yang berlokasi di Desa Kalirejo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, bersama tim yang terlibat dalam pengawasan program tersebut.

06 Jun 2026 - 15:57
Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Satgas Probolinggo Periksa Ketat SOP Dapur SPPG
Satgas MBG Kabupaten Probolinggo meninjau tata kelola di SPPG Kalirejo Kecamatan Dringu. (Foto : Kominfo For SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Dringu. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dua lokasi yang menjadi sasaran monev adalah SPPG Yayasan Kajar Berkah Sentosa di Desa Pabean serta SPPG yang berlokasi di Desa Kalirejo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, bersama tim yang terlibat dalam pengawasan program tersebut.

Sebelum melakukan pemeriksaan ke dapur produksi, tim satgas terlebih dahulu berdialog dengan sejumlah penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki balita. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung proses distribusi makanan sekaligus memastikan kualitas makanan yang diterima telah memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan konsumsi.

Selain itu, tim juga mendengarkan tanggapan dari para penerima manfaat di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa menyampaikan bahwa program MBG membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah. Respons positif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program berjalan sesuai tujuan yang diharapkan pemerintah.

Dalam kunjungannya ke SPPG Pabean, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan, kebersihan area dapur, pengelolaan limbah, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP). Monitoring juga dilakukan kepada penerima manfaat di SDN Kedungdalem II yang mengaku tidak mengalami kendala dalam menerima layanan makan bergizi gratis.

Kegiatan pengawasan kemudian berlanjut ke SPPG Kalirejo untuk memastikan standar pelayanan yang sama juga diterapkan di lokasi tersebut. Dari hasil evaluasi sementara, tim menilai kedua dapur MBG telah menunjukkan tata kelola yang cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian dan perbaikan.

Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi mengatakan secara umum pelaksanaan program di kedua SPPG tersebut berjalan sesuai ketentuan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

"Dari hasil monitoring dan evaluasi, secara umum tata kelola SPPG di Pabean dan Kalirejo sudah cukup baik. Menu makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat juga tidak banyak menerima keluhan dan tingkat kepuasan masyarakat cukup baik. Namun tetap ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki agar kualitas layanan semakin optimal," ujarnya.

Menurut Sjaiful, beberapa aspek yang menjadi perhatian khusus meliputi kebersihan lingkungan dapur, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penerapan SOP secara konsisten, serta sejumlah unsur teknis lain yang berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan.

"Kami hadir untuk memastikan seluruh ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional benar-benar dijalankan. Catatan hasil monev ini akan terus kami pantau dan evaluasi agar tidak menimbulkan risiko yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga oleh tata kelola dapur yang baik dan disiplin dalam menjalankan seluruh petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

"Harapan kami, seluruh dapur SPPG melaksanakan ketentuan dan juknis yang sudah ditetapkan dengan baik dan benar. Selama tata kelola dijalankan sesuai standar, insyaallah tidak akan ada masalah. Yang paling penting adalah menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan risiko sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow