Kasus Pesta Seks Terkuak di Surabaya, Eri Cahyadi Minta Hotel Perketat Pengawasan
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan Surabaya harus bersih dari pesta maksiat, menuntut hotel lebih waspada agar tak tercoreng kasus serupa.
SURABAYA, SJP - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kota Pahlawan harus dijaga dari aktivitas yang melanggar norma agama dan hukum, menyusul terbongkarnya kasus pesta seks sesama jenis di salah satu hotel di Surabaya.
"Surabaya ini adalah kota yang dibangun dengan syariat dan kekuatan agama. Jadi, jangan sampai Surabaya dicoreng dengan hal seperti itu," ucap Eri saat dikonfirmasi pada Minggu (26/10/2025).
Kasus pesta seks tersebut terjadi pada 19 Oktober 2025 di sebuah hotel kawasan Jalan Ngagel. Polisi mengamankan 34 pria, dan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Surabaya menunjukkan 29 di antaranya positif HIV.
Sebagai respons, Eri mengumpulkan para general manager hotel anggota PHRI se-Surabaya untuk memperkuat pengawasan di lingkungan perhotelan. Ia menegaskan, sektor jasa seperti hotel adalah tulang punggung ekonomi kota, namun harus berjalan selaras dengan nilai moral.
"Kota Surabaya ini kota jasa. Pertumbuhan ekonomi kita berasal dari sektor jasa, termasuk hotel. Maka saya mengundang seluruh anggota PHRI dan GM hotel untuk berkomitmen menjaga agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," ujarnya.
Wali kota juga meminta pihak hotel segera melapor jika menemukan aktivitas tamu yang mencurigakan.
"Kalau ada yang aneh, misalnya orang keluar masuk kamar berulang kali, langsung hubungi Polrestabes Surabaya atau Call 112. Kita akan bergerak bersama," katanya.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh Wali Kota Eri, Ketua Harian PHRI Surabaya Firman Sudi Permana juga menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh pihak Pemkot Surabaya.
"Dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi juga budaya dan citra kota. Karena itu kami akan memperketat pengawasan di seluruh aspek operasional hotel," ujarnya.
Eri menutup pertemuan itu dengan menegaskan pentingnya kerja sama antara Pemkot, kepolisian, dan pengelola hotel.
"Kita sudah punya komitmen bersama. Ini Kota Pahlawan, kejadian seperti pesta narkoba atau pesta seks tidak boleh lagi terjadi di Surabaya," tandasnya. (*)
What's Your Reaction?

