Kasus Keracunan Massal di Selorejo Blitar, Polisi Periksa 20 Orang Saksi
Satreskrim Polres Blitar telah memeriksa 20 orang saksi, pada kasus keracunan massal di Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Polisi juga sudah mengirim sampel makanan ke Labfor untuk mengetahui penyebab keracunan.
BLITAR, SJP - Satreskrim Polres Blitar memeriksa 20 orang saksi pada kasus keracunan massal yang terjadi di Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Dalam kasus ini, sebanyak 66 orang yang didominasi lansia mengalami keracunan usai mengkonsumsi kolak kacang hijau dan buah pisang yang diberikan saat kegiatan posyandu lansia.
Hal ini dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito. Sebanyak 20 orang yang diperiksa ini merupakan korban keracunan massal dan mereka sudah pulang dari perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi, Satreskrim Polres Blitar juga mengamankan sampel makanan kolak kacang hijau dan buah pisang untuk dilakukan uji laboratorium di Labfor Polda Jatim. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan dari makanan tersebut dan penyebab dari keracunan massal.
"Penyidik sudah memeriksa saksi kurang lebih ada 20 orang, dan pengambilan sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Sampel makanan ini dikirim ke Labfor untuk di uji lab, guna mengetahui penyebab keracunan," kata dia, Jumat (16/5/2025).
AKP Momon menyebut sejauh ini masih ada 4 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Mereka mendapat pendampingan dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengetahui kondisi kesehatan pasca keracunan makanan.
"Kasus yang di Selorejo, sampai saat ini masih ada empat orang korban yang menjalani rawat inap di puskesmas maupun rumah sakit. Lainnya, kondisinya sudah membaik dan diizinkan pulang," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Dr. Christine Indrawati menerangkan jumlah total korban keracunan massal di Selorejo ada 66 orang.
Mereka mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi kolak kacang hijau dan buah pisang yang diberikan saat kegiatan posyandu pada Sabtu (10/5/2025) lalu.
Mereka mengalami gejala pusing, mual, muntah, diare dan langsung dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
"Sampel makanan sudah kami ambil, dikirim ke Labkesda dan laboratorium di Surabaya untuk mengetahui penyebab keracunan," terangnya. (*)
Editor: Rizqi ArdianĀ
What's Your Reaction?

