Kapal Nelayan Karam di Perairan Selatan Trenggalek, 5 ABK Selamat Setelah Terapung 12 Jam di Laut
Kelima awak kapal tersebut kemudian bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada penutup palka sambil menunggu pertolongan. Mereka terombang-ambing di laut sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
TRENGGALEK, SJP - Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di perairan selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, setelah menabrak karang pada Minggu (15/3/2026) malam. Seluruh awak kapal berhasil selamat meski sempat terombang-ambing di tengah laut selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya ditemukan nelayan yang sedang memancing.
Kapal nelayan KM Natasya 01 dengan 5 orang awak tersebut, diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Pelabuhan Popoh, Kabupaten Tulungagung, setelah melaut selama sekitar 18 hari sejak akhir Februari. Namun nahas, saat melintasi perairan selatan Trenggalek sekitar pukul 20.00 WIB, kapal tiba-tiba menabrak karang hingga akhirnya tenggelam.
Nakhoda KM Natasya 01, Musoleh, mengatakan sebelum kejadian dirinya tidak melihat adanya tanda bahaya atau keberadaan karang di depan kapal. Kondisi gelap di laut membuat karang tersebut tidak terlihat hingga kapal akhirnya menabraknya.
“Kirain di depan itu enggak ada apa-apa. Saya juga enggak lihat kelip-kelip atau tanda apa pun. Enggak tahunya pas di belakang kapal langsung nabrak karang, pulaunya juga enggak kelihatan,” ujar Musoleh, Senin (16/3/2026).
Benturan keras membuat badan kapal mengalami kebocoran parah. Dalam waktu singkat air laut masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tenggelam.
“Setelah nabrak itu kapalnya langsung bocor. Kurang lebih lima menit saja sudah tenggelam,” kata Musoleh.
Musoleh bersama empat anak buah kapal lainnya kemudian berupaya menyelamatkan diri. Mereka keluar dari dalam kapal dan mencari satu sama lain sebelum akhirnya menggunakan penutup palka atau kotak penyimpanan ikan sebagai alat bantu mengapung.
“Saya cari teman-teman dulu supaya kumpul semua. Terus saya ambil tutup palka itu, dipakai buat pegangan sama-sama untuk berenang,” ujarnya.
Kelima awak kapal tersebut kemudian bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada penutup palka sambil menunggu pertolongan. Mereka terombang-ambing di laut sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
“Kurang lebih 12 jam kami di laut sampai akhirnya ada orang mancing yang menolong,” kata Musoleh.
Para korban akhirnya ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing di sekitar perairan tersebut. Mereka kemudian dievakuasi ke lereng batu di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Kapolsek Watulimo, AKP Sunarto, menjelaskan para korban pertama kali ditolong oleh warga nelayan yang melihat mereka terapung di laut. Nelayan tersebut kemudian memberikan bantuan menggunakan tali tambang sebelum melaporkan kejadian itu kepada petugas.
“Lebih kurang 12 jam mereka terapung di laut. Pagi hari ada warga nelayan yang mancing di pinggir pantai melihat mereka lalu membantu dengan tali tambang,” ujar Sunarto.
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari kepolisian, Polairud, dan Basarnas langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban. Selanjutnya para korban dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Setelah itu nelayan minta bantuan ke Polair Popoh, kemudian juga ke Prigi dan Polsek Watulimo. Akhirnya kami bersama Basarnas menjemput mereka di sekitar Karanggandu,” jelasnya.
Seluruh awak kapal dipastikan selamat dan dalam kondisi stabil. Meski demikian, beberapa di antaranya mengalami kelelahan setelah bertahan cukup lama di tengah laut.
Sementara itu, pemilik kapal diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar satu miliar rupiah. Kapal KM Natasya 01 beserta muatan ikan sekitar satu ton tenggelam. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

