Kaki Bocah Tersedot Saluran Pipa Pembuangan Air Kolam Renang di Jombang
Ketika petugas perawatan kolam tengah melakukan pengurasan air kolam. Tanpa disadari, ada seorang anak secara tak sengaja masuk ke area kolam yang sedang dikuras airnya.
JOMBANG, SJP - Kejadian tidak terduga dialami seorang anak di Jombang. Kakinya harus tersedot masuk dalam pipa saluran pembuangan saat proses pengurasan air kolam renang Tirta Satria, Desa Jabon, Jombang.
Proses evakuasi kaki anak yang tersedot saluran buang kolam renang itu berlangsung dramatis. Bahkan sempat diabadikan dalam rekaman video tim Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang.
Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Jombang, Syamsul Bahri membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian itu terjadi pada Ahad (20/4/2025) sekira pukul 16.30 WIB. Tim BPBD baru mendapat kabar kurang lebih 40 menit kemudian.
“Alhamdulillah, setelah proses evakuasi yang cukup cepat dan hati-hati, kaki korban berhasil dikeluarkan tanpa luka serius,” ucap Syamsul Bahri dalam pesan diterima wartawan, Senin (21/4/2025).
Menurutnya, kejadian bermula sekitar pukul 16.30 WIB, ketika petugas perawatan kolam tengah melakukan pengurasan air kolam. Tanpa disadari, ada seorang anak secara tak sengaja masuk ke area kolam yang sedang dikuras airnya.
Tiba-tiba kaki bocah sebelah kiri terseret arus saluran pipa pembuangan. Dalam keadaan mendesak, sejumlah pengunjung dan petugas perawatan kolam berusaha untuk mengeluarkan kaki anak tersebut.
"Usaha petugas dan pengunjung kolam untuk melepaskan kaki korban tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya dilaporkan ke Pos Damkar Jombang," ujarnya.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Pos Damkar segera meneruskan informasi ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jombang. Tim penyelamat pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Kondisi korban saat ini selamat dan dalam keadaan stabil. Ini semua berkat koordinasi cepat antara tim Damkar, Pusdalops BPBD, serta masyarakat sekitar.” terangnya.
Dalam penanganan ini, unit rescue truck lengkap dengan peralatan digunakan untuk membantu evakuasi. Seluruh pengelola fasilitas umum seperti kolam renang diimbau agar memberikan tanda peringatan atau larangan saat pengurasan dilakukan, untuk menghindari kejadian serupa.
"Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain air maupun kegiatan yang kejadian yang membahayakan keselamatan manusia," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

