Kadishub Kota Batu Naik Haji, Kebutuhan Perut Sopir Apel Gratis Terancam Terbengkalai
Para sopir merasa nasib perut mereka terabaikan, mengingat gaji yang mereka terima selama ini sudah tergolong minim, dan kini terancam molor pencairannya akibat dari Kadishub Kota Batu yang tengah menjalankan ibadah haji.
KOTA BATU, SJP – Keberangkatan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batu menunaikan ibadah haji meninggalkan kekhawatiran mendalam bagi para sopir Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis).
Pasalnya, pencairan gaji mereka yang dijadwalkan setiap dua pekan sekali berpotensi tertunda karena kewenangan pelaksana harian (PLH) Kadishub terbatas, khususnya dalam urusan keuangan.
Para sopir pun merasa nasib perut mereka terabaikan, mengingat gaji yang mereka terima selama ini sudah tergolong minim, dan kini terancam molor pencairannya.
Nur Mochammad, Kabag Operasional Koperasi Jasa Angkutan Darat Kota Batu sekaligus juru bicara pengemudi pada Senin (9/6/2025) menjelaskan, keterlambatan kemungkinan terjadi pada bulan Juni ini hingga awal Juli. Selama periode itu, pihak koperasi harus menomboki terlebih dahulu gaji para sopir demi menjaga keberlangsungan operasional.
“Pencairan gaji dilakukan dua kali dalam sebulan, yakni tanggal 15 dan 30. Tapi karena PLH tidak berani mencairkan tanpa tanda tangan Kadishub, koperasi diminta menomboki dulu. Ini tentu jadi beban tambahan,” katanya.
Ia menyebut, koperasi berharap Dishub bisa segera mencari jalan keluar agar pembayaran upah tidak tersendat lebih lama. Setidaknya untuk termin pertama bulan ini bisa tetap cair tanpa harus membebani koperasi lebih jauh.
Sementara itu, Ketua Jalur Apel Gratis rute Batu–Songgoriti, David Ramadhan, mengaku cukup terpukul dengan situasi ini. Ia menyatakan bahwa gaji dari Apel Gratis adalah satu-satunya sumber penghidupan bagi dirinya dan rekan-rekan sopir lain, termasuk untuk kebutuhan harian seperti bahan bakar.
“Gaji sekarang saja sudah sangat minim. Kalau sampai terlambat, pasti sangat memberatkan kami. Operasional pun bisa terganggu,” tegas David.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan soal solusi konkret dari Dishub Kota Batu. Para sopir hanya bisa berharap agar pemerintah kota tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah agar kebutuhan hidup mereka tak ikut tergadaikan karena urusan administrasi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

