Kacang Tanah Meroket, Produsen Sambal Pecel di Blitar Pilih Naikkan Harga
Produsen sambal pecel di Kota Blitar memilih menaikkan harga, karena harga kacang tanah yang terus meroket. Sampai saat ini, harga kacang tanah di Kota Blitar tembus Rp40.000 per kilogram dan kacang tanah merupakan bahan utama dalan pembuatan sambal pecel.
KOTA BLITAR, SJP - Kenaikan harga kacang tanah yang meroket dalam sebulan terakhir berdampak signifikan terhadap usaha sambal pecel di Kota Blitar, Jawa Timur.
Untuk menekan kerugian akibat membengkaknya biaya produksi, produsen sambal pecel terpaksa menaikkan harga jual produknya.
Suyatin (63) salah satu produsen sambal pecel asal Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar saat ditemui mengatakan, harga kacang tanah sebagai bahan baku utama kini tembus Rp40.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya, harga kacang tanah sebesar Rp30.000 per kilogramnya.
"Kacang tanah sekarang harganya Rp40.000 per kilogramnya, ini sangat berpengaruh pada biaya produksi sambal pecel," kata dia saat ditemui, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, kenaikan harga kacang tanah secara otomatis meningkatkan biaya produksi. Kondisi ini semakin berat karena harga bahan baku lain, seperti cabai rawit juga mengalami kenaikan. Kini harga cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogramnya.
Akibat lonjakan harga bahan baku, keuntunhan produsen sambal pecel semakin menipis. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Suyatin akhirnya menaikkan harga jual sambal pecel ke pelanggan.
"Harga jual sambal pecel saya naikkan dari Rp48.000 menjadi Rp50.000 per kilogramnya," ujarnya.
Suyatin mengaku memilih menaikkan harga jual daripada mengurangi takaran bumbu yang dapat mempengaruhi cita rasa sambal pecel produksinya. Ia ingin kualitas produk sambal pecelnya tetap terjaga meski biaya produksi meningkat.
"Saya tidak berani mengurangi bumbu karena takut rasanya berubah. Jadi, saya pilih menaikkan harga jual," terangnya.
Perempuan dengan delapan orang cucu ini juga tak memungkiri jika harga kacang tanah masih terus mengalami kenaikan, maka harga sambal pecel juga akan disesuaikan. Pasalnya, saat ini keuntungan yang diperoleh Suyatin masih tergolong tipis.
"Kalau sekarang ini untungnya sangat tipis, karena biasa produksi yang mahal," tuturnya.
Suyatin telah memenuhi usaha produksi sambal pecel ini sejak tahun 2010 dan ia mengaku baru kali ini harga kacang tanah melambung tinggi dan menembus angka Rp40.000 per kilogramnya.
Dalam sepekan, Suyatin rata-rata membutuhkan sedikitnya dua kuintal kacal tanah untuk memenuhi kebutuhan produksi sambal pecel. Produk sambal pecel Suyatin, tidak hanya dipasarkan di wilayah Blitar, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah, seperti Malang, Surabaya, Jakarta, Bogor dan Bandung. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

