Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung Terus Bertambah

Para siswa melaporkan gejala klinis yang serupa, meliputi nyeri perut hebat, mual, pusing, hingga diare.

23 Jan 2026 - 16:40
Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung Terus Bertambah
Kabid P2P Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan (tengah) saat melalukan survei epodemiologi di SMK Sore. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SMK Sore Tulungagung pascamengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas. 

Hingga Jumat (23/1/2026) siang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mengonfirmasi jumlah korban meningkat menjadi 15 siswa, bertambah dari laporan awal yang hanya 9 siswa.

Para siswa melaporkan gejala klinis yang serupa, meliputi nyeri perut hebat, mual, pusing, hingga diare. 

Investigasi awal menunjukkan bahwa gejala mulai muncul secara bertahap sejak Selasa (20/1/2026) sore, sesaat setelah para siswa mengonsumsi paket makanan di sekolah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah siswa terpaksa beristirahat di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sementara lainnya memilih absen dari kegiatan belajar mengajar. 

Namun, beberapa siswa dilaporkan tetap memaksakan diri hadir di kelas meski kondisi fisik belum pulih sepenuhnya.

"Gejala mulai terasa Selasa sore setelah pulang sekolah. Hampir semua teman perempuan di kelas mengeluhkan sakit perut dan mual. Bahkan, ada teman laki-laki yang sampai tidak bisa masuk sekolah," ujar RP, salah satu siswi SMK Sore Tulungagung, Jumat (23/1/2036).

Ia menambahkan bahwa minimnya informasi mengenai prosedur pelaporan membuat banyak siswa tidak segera melapor kepada pihak sekolah. 

"Kami tetap masuk karena khawatir tertinggal pelajaran, dan jujur kami bingung harus melapor ke siapa," imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyatakan bahwa pihak medis telah memberikan penanganan intensif. 

Selain perawatan di UKS, dua siswa dilaporkan sempat menjalani perawatan di Puskesmas Beji dan Puskesmas Simo.

"Per siang ini, tinggal satu siswa yang masih dalam observasi di UKS dan bersiap untuk pulang. Secara keseluruhan, kondisi para siswa mulai stabil dan terus kami pantau perkembangannya," jelas dr. Aris.

Guna mengungkap penyebab pasti insiden ini, Dinkes Tulungagung telah mengamankan sampel makanan dari tiga hari terakhir untuk diuji di laboratorium. 

Langkah ini diambil mengingat adanya selisih waktu antara konsumsi makanan dengan munculnya gejala pada para korban.

"Kami telah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk diperiksa secara mendalam. Investigasi epidemiologi masih berjalan guna memastikan apakah sumber kontaminasi berasal dari menu hari Selasa atau hari lainnya," terangnya.

Pihak Dinkes kini tengah berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah untuk menyisir kemungkinan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa namun belum terdata.

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium masih dinantikan untuk menentukan langkah hukum atau sanksi administratif yang mungkin dijatuhkan kepada pihak terkait jika ditemukan unsur kelalaian dalam penyediaan makanan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow