Jembatan Madakaripura Bantur Kembali Difungsikan, Akses Dua Desa di Malang Pulih
Pemkab Malang menyiapkan penanganan lanjutan berupa peningkatan jalan dari sisi jembatan menuju arah pasar guna mendukung aktivitas ekonomi warga.
MALANG, SJP - Jembatan Madakaripura di Dusun Sumberagung RT 37 RW 9, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, yang sebelumnya ambrol akibat bencana pada akhir 2024, kini kembali difungsikan sebagai akses strategis penghubung Desa Sumberagung dan Desa Bandungrejo, setelah dibangun ulang oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.
Bupati Malang menyampaikan bahwa pembangunan ulang Jembatan Madakaripura merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang berkeadilan dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat perdesaan yang terdampak bencana.
“Pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan, tidak sekadar membangun fisik, tetapi menjadi simbol keterhubungan wilayah yang memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar,” ujar Bupati Malang, Rabu (28/1/2026).
Bupati Malang menjelaskan, ambrolnya jembatan pada akhir 2024 sempat menghambat aktivitas warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan akses layanan publik. Oleh karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak.
“Dengan hadirnya jembatan ini, hambatan mobilitas masyarakat dapat terurai dan aktivitas warga menjadi lebih aman, lancar, serta efisien. Jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Malang menegaskan bahwa akses yang lebih baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan produk UMKM desa sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara bersama-sama.
“Infrastruktur yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tandasnya, Rabu.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan Jembatan Madakaripura dilakukan setelah jembatan lama ambrol akibat bencana pada akhir November hingga Desember 2024.
“Kondisi awal jembatan lama berupa jembatan pelengkung dari pasangan batu dengan lebar sekitar dua meter. Saat bencana akhir 2024, jembatan tersebut ambrol pada satu sisi di bagian hulu sehingga tidak lagi dapat dilalui,” jelas Khoirul Isnaidi Kusuma.
Ia menambahkan, jembatan yang kini dibangun memiliki lebar sekitar tiga meter, dengan akses jalan menuju jembatan yang dilebarkan hingga 5,2 meter. Selain itu, dilakukan pengecoran jalan jembatan sepanjang 41 meter, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 25 meter, serta saluran sepanjang 17 meter secara keseluruhan.
“Jembatan ini menjadi penghubung penting antara Desa Sumberagung dan Desa Bandungrejo, sekaligus jalur alternatif yang cukup sering dilalui masyarakat,” ujar Oong sapaan karibnya.
Oong juga menyampaikan bahwa Pemkab Malang menyiapkan penanganan lanjutan berupa peningkatan jalan dari sisi jembatan menuju arah pasar guna mendukung aktivitas ekonomi warga.
Untuk pekerjaan jembatan tersebut, dialokasikan anggaran sekitar Rp500 juta dari APBD yang direalisasikan tahun ini.
Bupati Malang menyebut ada tambahan alokasi sekitar Rp250 juta untuk rabat beton jalan utama di sekitar jembatan hingga Pasar Krekel dan pasar Sumbermanjing Kulon yang bakal dikerjakan tahun 2026 ini.
Peresmian Jembatan Madakaripura dilaksanakan secara sederhana bersama warga setempat melalui tumpengan.
Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan akan terus mendorong sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Malang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

