Jelang Tutup Giling, Petani Malang Kebut Tanam Tebu Musim Baru di Tengah Hujan Deras
Petani tebu Malang kebut tanam musim baru sebelum tutup giling November di tengah hujan dan lahan becek, target rendemen naik di atas 10 persen.
MALANG, SJP - Petani tebu di Kabupaten Malang mulai mempersiapkan musim tanam baru di tengah hujan yang masih kerap turun di sejumlah wilayah. Meski lahan becek dan sulit diolah, mereka tetap berupaya menuntaskan tanam sebelum masa tutup giling akhir November ini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Avicenna Medisica Saniputera, menyebutkan, penyesuaian musim tanam tahun depan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Untuk tahun depan nanti kita sesuaikan lagi dengan musim tanam, kemungkinan mulai bulan lima atau enam,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Menurut Avicenna, petani di beberapa wilayah seperti Bululawang saat ini masih berjuang memanen hasil tanam sebelumnya di tengah kondisi lahan yang becek. Hal itu berdampak pada keterlambatan pengolahan dan pergerakan kendaraan di area perkebunan.
“Kalau lahannya becek, kendaraan susah masuk. Kadang sampai pakai motor digonceng di kiri-kanan untuk angkut hasil panen,” tambahnya.
Ia menambahkan, rendemen tebu di Kabupaten Malang saat ini rata-rata masih sekitar 7 persen, dengan harapan dapat meningkat di atas 10 persen setelah pembaharuan lahan dan penggunaan varietas unggul.
Hingga September, produksi tebu di Kabupaten Malang tercatat sekitar 2,7 juta ton, sedangkan tahun lalu mencapai 4 juta ton. Meski menurun, Avicenna optimistis peningkatan produktivitas dapat dikejar melalui dukungan benih yang tepat waktu serta perbaikan sistem tanam. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

