Jelang Lebaran 226, Daya Beli di Pasar Among Tani Melemah

Kondisi lambatnya perputaran ekonomi di Pasar Among Tani menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran tidak hanya dipicu oleh faktor pasokan dan biaya produksi, tetapi juga mulai menekan daya beli masyarakat secara nyata

19 Mar 2026 - 20:14
Jelang Lebaran 226, Daya Beli di Pasar Among Tani Melemah
Suasana Pasar Among Tani Batu menjelang lebaran (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran mulai berdampak langsung pada aktivitas jual beli di Kota Batu. Kondisi ini terlihat di Pasar Induk Among Tani yang dalam beberapa hari terakhir tampak lebih lengang dibanding biasanya.

Asiah salah satu pedagang asal Kelurahan Sisir pada Kamis (19/3/2026) menegaskan sepinya pembeli tak lepas dari lonjakan harga komoditas utama yang cukup signifikan. Salah satunya adalah cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan harga yang kini menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram.

"Tak harga telur ayam juga melonjak tajam dari sebelumnya sekitar Rp22 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara ayam potong ikut naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram," imbuhnya.

Wanita paruh baya tersebut juga menegaskan sejumlah pedagang mengungkapkan, kenaikan harga memang sudah terjadi secara bertahap, namun dalam sepekan terakhir pergerakannya jauh lebih cepat. Kondisi tersebut membuat konsumen mulai mengurangi pembelian, bahkan menunda belanja.

Banyak pedagang menyebut terbatasnya pasokan menjadi pemicu utama, khususnya pada komoditas cabai rawit. Faktor cuaca yang didominasi hujan membuat distribusi tersendat dan hasil panen berkurang.

Selain itu, kenaikan harga pakan ternak turut memberi efek berantai pada harga telur dan ayam potong. Peternak terpaksa menaikkan harga jual guna menutup biaya produksi yang semakin tinggi.

"Sebenarnya permintaan sebenarnya tidak mengalami penurunan signifikan, terutama dari pelaku usaha kuliner. Namun, tekanan harga membuat masyarakat umum lebih selektif dalam berbelanja," imbuhnya.

Situasi ini memperlihatkan adanya tekanan ganda antara pasokan yang terbatas dan harga yang terus naik, yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat menjelang momentum Lebaran. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow