Pemkot Batu Matangkan Persiapan Hadapi Lonjakan Wisatawan High Season Lebaran dari Infrastruktur Sampai Pelayanan
Dengan berbagai langkah komprehensif, Pemkot Batu optimistis mampu mengantisipasi lonjakan wisatawan secara optimal. Pemerintah menargetkan libur panjang kali ini tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi lonjakan wisatawan pada momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026 M. Lonjakan ini diprediksi terjadi karena berdekatan dengan momen libur nasional, yang berpotensi mengalihkan arus wisata ke Kota Batu sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.
Wali Kota Batu, Nurochman pada Kamis (19/3/2026) menegaskan, kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur dasar, mulai dari kemantapan jalan, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), hingga penerapan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan
"Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kepadatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan maupun warga lokal," paparnya.
Menurutnya, momentum libur panjang kali ini memiliki karakteristik berbeda karena beririsan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga berpotensi mengubah pola pergerakan wisatawan. Kota Batu diprediksi menjadi salah satu tujuan alternatif, terutama bagi wisatawan domestik yang mencari destinasi dengan akses relatif dekat dan beragam pilihan wisata.
Selain infrastruktur, aspek pendukung sektor pariwisata juga menjadi perhatian serius seperti peningkatan kualitas sarana dan prasarana di kawasan wisata. Hal ini mencakup optimalisasi penerangan di jalur wisata, pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan, serta penataan parkir agar lebih tertib dan terorganisir.
"Kami juga mendorong petugas parkir dan pelaku wisata untuk mengedepankan pelayanan yang ramah sebagai bagian dari upaya menjaga citra Kota Batu. Pelayanan yang baik akan menjadi kesan pertama bagi wisatawan. Ini penting untuk mendorong kunjungan ulang dan memperkuat daya saing pariwisata daerah,” imbuhnya.
Dari sisi pengamanan, Pemkot Batu bersama unsur Forkopimda akan menggelar Operasi Ketupat Semeru pada 13–25 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 400 personel gabungan. Pengamanan ini diperkuat dengan pendirian sejumlah pos, terdiri dari 1 pos pelayanan, 4 pos pantau, 2 pos urai, dan 6 pos pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis, khususnya di jalur masuk kota dan kawasan wisata favorit.
Langkah antisipasi juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi, seperti optimalisasi CCTV publik untuk memantau kondisi lalu lintas dan keramaian secara real time. Selain itu, pengawasan di titik rawan kemacetan akan ditingkatkan, termasuk kesiapan tim urai untuk mengurai kepadatan kendaraan secara cepat dan efektif.
Pemkot Batu juga menyiapkan strategi komunikasi publik guna memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan mudah diakses. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, berbagai kanal informasi akan dimaksimalkan untuk menyampaikan kondisi lalu lintas, lokasi parkir, hingga imbauan keselamatan selama berada di Kota Batu.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, Pemkot Batu juga mendorong penguatan kegiatan sosial dan budaya selama momen Lebaran, seperti pelaksanaan takbir keliling dan halal bihalal yang dikemas lebih menarik. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

