Harga LPG 3 Kg Naik, Pedagang di Bojonegoro Ancang-ancang Naikkan Harga Dagangan

Salah satu warga yang mengeluhkan naiknya harga gas melon yakni Yusti, pemilik warung makan mbak Yanti yang berlokasi di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.

15 Jan 2025 - 18:30
Harga LPG 3 Kg Naik, Pedagang di Bojonegoro Ancang-ancang Naikkan Harga Dagangan
Penjaga warung saat memasak. (Foto: Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP- Naiknya harga gas elpiji kemasan 3 kilogram dikeluhkan warga Bojonegoro. Barang bersubsidi yang juga biasa disebut gas melon itu resmi naik harganya per hari ini, Rabu, 15 Januari 2025.

Salah seorang warga yang mengeluhkan naiknya harga gas melon yakni Yusti, pemilik warung makan mbak Yanti yang berlokasi di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.

Yusti menyatakan, dirinya terpaksa menaikkan harga makanan agar tidak merugi dan usaha warung makanya dapat terus berjalan.

"Ya terpaksa harga saya naikkan biar tak rugi," ucapnya, Rabu (15/1/2025).

Dibalik keterpaksaan menaikkan harga makanan yang ia jual karena imbas dari naiknya harga gas elpiji 3 kilogram, Yusti juga mengaku dihantui perasaan jikalau pelangganya berkurang.

"Terus terang ada rasa khawatir pelanggan saya berkurang," tandasnya.

Masfuatin, seorang ibu rumah tangga yang memiliki 3 anak yang masih bersekolah juga mengaku, jika kenaikan harga gas melon dirasa sangat memberatkan beban ekonominya, terlebih harga kebutuhan pokok juga ikut naik.

"Pusing ngatur uang bulanan," tandasnya.

Area Manager Comm, Rel & CSR, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, penyesuaian harga LPG subsidi 3 Kg yang mulai berlaku hari ini (15/1/2025) sesuai dengan SK Pj Gubernur Jawa Timur No. 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024 dengan kenaikan dari Rp 16.000,- menjadi Rp 18.000.

Pemberlakuan HET baru tersebut murni keputusan Pj Gubernur Jawa Timur, tanpa campur tangan Pertamina dengan mempertimbangkan beberapa kondisi, salah satunya adalah HET di provinsi tetangga yakni Bali dan Jateng DIY sudah naik dengan harga yang sama.

"Naiknya harga di Jatim merupakan yang terakhir di wilayah Jawa-Bali," bebernya.

Ahad menambahkan, dengan adanya penyesuaian HET LPG subsidi 3 kilogram sesuai arahan pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, Pertamina telah melakukan beberapa giat pelaksanaan sosialisasi, mulai dari sosialisasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan OPD terkait, Hiswana Migas, SPBE hingga agen LPG PSO.

"Selanjutnya untuk memastikan harga LPG sesuai dengan HET, seperti yang sudah dilaksanakan secara berkala, Pertamina rutin melakukan monev dan sidak untuk memastikan pangkalan Pertamina memberikan harga sesuai HET," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow