Jelang Imlek 2577, Pesanan Barongsai dan Naga di Sidoarjo Meningkat

Produk barongsai dan naga liang liong ini dibanderol dengan harga berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta per unit, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan desain.

16 Feb 2026 - 15:30
Jelang Imlek 2577, Pesanan Barongsai dan Naga di Sidoarjo Meningkat
Perajin barongsai Yulius Setiawan menyelesaikan pesanan naga liang liong di bengkelnya di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Sidoarjo, (Beritasatu.com)

SIDOARJO, SJP — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026) membawa dampak positif bagi perajin perlengkapan seni tradisional Tionghoa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Salah satunya dirasakan oleh Yulius Setiawan, perajin barongsai dan naga liang liong asal Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi.

Di bengkel produksinya, Yulius tengah menuntaskan sejumlah pesanan untuk segera dikirim kepada pelanggan. Ia memastikan setiap detail karyanya dalam kondisi prima, terutama pada bagian kepala naga liang liong yang memiliki ornamen rumit.

"Imlek tahun lalu terjual tiga barongsai dan satu naga. Tahun ini pesanan meningkat, sudah enam barongsai dan tiga naga yang terjual," ujar Yulius, Ahad (15/2/2026).

Menurut Yulius, proses pembuatan naga liang liong memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan barongsai. Untuk merampungkan satu unit naga sepanjang 18 meter, diperlukan waktu sekitar dua bulan, sementara satu unit barongsai umumnya dapat diselesaikan dalam satu bulan.

Kesulitan utama terletak pada pembuatan bagian kepala naga, khususnya saat pemasangan detail hiasan. Yulius menjelaskan bahwa kepala naga buatannya harus memiliki berat minimal 2,5 kilogram untuk memenuhi standar internasional. Dalam proses produksi, ia menggunakan bahan lokal seperti kerangka rotan, kertas, lem, serta cat pewarna.

Meski menggunakan kerangka lokal, beberapa aksesori tambahan seperti mata, bulu domba warna-warni, bola hidung, dan pompom masih didatangkan dari luar negeri. Produk barongsai dan naga liang liong ini dibanderol dengan harga berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta per unit, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan desain.

Selain memproduksi alat peraga, Yulius juga aktif dalam upaya pelestarian seni barongsai di Indonesia. Ia mendirikan komunitas Barongsai Dharma Bhakti yang kini membina sekitar 60 anggota dari kalangan pelajar dan remaja.

Lonjakan pesanan menjelang Imlek 2026 ini menjadi angin segar bagi para pelaku industri kreatif di sektor ini. Meningkatnya permintaan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan tradisi Tahun Baru Imlek setiap tahunnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.Com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow