Jelang Iduladha, Pemkab Probolinggo Gencarkan Vaksinasi Sejumlah Hewan Ternak

Upaya vaksinasi melalui posyandu ternak ini, merupakan upaya untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas ternak ke luar daerah selama musim kurban.

29 Apr 2025 - 22:00
Jelang Iduladha, Pemkab Probolinggo Gencarkan Vaksinasi Sejumlah Hewan Ternak
Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo saat melakukan vaksinasi terhadap beberapa hewan ternak jelang Idul Adha (Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mengintensifkan upaya pencegahan penyakit ternak, melalui kegiatan Posyandu Ternak di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Selasa (29/4/2025). 

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas ternak ke luar daerah selama musim kurban.  

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan”, dengan fokus utama pada vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), syarat wajib bagi ternak yang akan dikirim ke wilayah lain. 

Sebanyak 98 ekor hewan berhasil divaksinasi, terdiri dari 42 sapi, 31 kambing, dan 25 domba.  

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan ternak dalam kondisi sehat sebelum diperdagangkan.  

"Beberapa daerah mensyaratkan dokumen kesehatan hewan dan bukti vaksinasi PMK. Dengan Posyandu Ternak, kami ingin meminimalisir kendala distribusi," ujarnya Selasa, (29/04/2025). 

Selain PMK, Diperta juga mengusulkan pengadaan vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) sebagai langkah antisipasi jika ada syarat tambahan dari daerah tujuan.

Penyakit LSD dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak jika tidak dicegah.  

Tak hanya vaksinasi, kegiatan ini juga mencakup Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan. 

Diperta membagikan obat-obatan dan vitamin gratis, sekaligus mengingatkan bahwa ternak membutuhkan perhatian layaknya manusia.  

"Kami harap kesadaran masyarakat meningkat. Kolaborasi dengan dokter hewan setempat sangat penting agar ternak tetap sehat dan layak dikirim," tambah Nikolas. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow