Jejak Raden Cokrotaruno, Tokoh Berpengaruh di Balik Kejayaan Kadipaten Berbek
Raden Cokrotaruno berkediaman di Dusun Wonotakan, arah selatan dari Kadipaten Brebek, selain itu juga, sebagai tokoh sentral di Kabupaten Berbek masa kolonial belanda
NGANJUK, SJP - Dalam catatan sejarah Kadipaten Berbek, nama Raden Tumenggung Sosrokusumo I mungkin lebih sering disebut sebagai adipati yang memimpin dengan bijaksana. Namun, di balik gemilangnya kepemimpinan sang adipati, terdapat sosok penting yang tak kalah berjasa, yaitu Raden Cokrotaruno.
Raden Cokrotaruno berkediaman di Dusun Wonotakan, arah selatan dari Kadipaten Brebek, selain itu juga, sebagai tokoh sentral di Kabupaten Berbek masa kolonial Belanda.
Raden Cokrotaruno adalah Patih Kadipaten, orang nomor dua yang memiliki peran sentral dalam menjalankan roda pemerintahan dan menjaga stabilitas wilayah.
Selain menjadi Patih Kadipaten Berbek, dulu seorang pejuang masa perang jawa di tahun 1825 hingga 1830. Selama menjabat patih, Raden Cokrotaruno sering membantu pejuang pribumi untuk melawan belanda, walaupun di balik layar
Sosok Pemimpin yang Mengayomi
Salah satu ciri khas kepemimpinan Raden Cokrotaruno adalah pendekatannya yang mengayomi. Beliau selalu berusaha mendengarkan aspirasi rakyat dan mencari solusi terbaik untuk setiap permasalahan yang muncul.
Tidak jarang, beliau turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat dan memberikan bantuan yang dibutuhkan walaupun di balik layar.
Selain itu, Raden Cokrotaruno juga dikenal sebagai sosok yang tegas dan berani dalam mengambil keputusan. Beliau tidak ragu untuk bertindak demi kepentingan rakyat dan kadipaten, meskipun harus menghadapi tantangan dan rintangan yang berat.
Dukungan ini cukup berarti bagi pejuang, karena dalam perjuangan membutuhkan dana besar untuk kebutuhan perang. Dana anggaran ini yang di butuhkan selama perjuangan.
Nama Raden Cokrotaruno di silsilah dijelaskan istri dari Raden Cokrotaruno masih ada keturunan dari Adipati Caruban hingga Kadipaten Ponorogo, Istri dari salah satu adik dari istri Kyai Abdul Hamid asal Desa Ngetos sebagai Demang Kepalang Ngetos.
Bekas bangunan kediaman Raden Cokrotaruno hingga sekarang masih ada, cukup tebal bangunannya, masih menggunakan material bekas bangunan kuno dari batu bata merah kuno era Majapahit.
Selain itu di sekitar rumah peninggalan Raden Cokrotaruno juga terdapat pohon sawo kecik yang dulu dijadikan tanda bahwa dulu beliau sebagai Kiai sepuh sekaligus pejuang di era Pangeran Diponegoro.
Yidak sepopuler Raden Tumenggung Sosrokusumo I. Hal ini mungkin disebabkan oleh minimnya catatan sejarah yang secara khusus membahas kiprah beliau. Namun, bukan berarti jasa-jasa Raden Cokrotaruno dapat dilupakan begitu saja.
Makam Raden Cokrotaruno di sebelah barat di Dusun Wonotakan Desa Berbek Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk disakralkan para peziarah dalam Kota maupun luar Kota.
Bukan sekadar penjaga makam keramat, Aris Trio Efendi yang juga Juru Kunci makam saat dihubungi Suarajatimpost mengatakan, kisah Raden Cokrotaruno tak lekang dimakan zaman. Ia ingin generasi muda meneladani semangat pengabdian dan kepedulian sang patih.
"Beliau adalah bukti bahwa ketulusan akan selalu dikenang," ujarnya, Jumat (5/9/2025). (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

