Jangan Abaikan! Tanda Sebelum Serangan Jantung atau Strok Terungkap
Penelitian berskala besar membantah anggapan bahwa serangan jantung datang tiba-tiba. Empat faktor risiko utama—tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan merokok—jadi tanda awal penting yang perlu diwaspadai.
JAKARTA, SJP — Serangan jantung dan strok ternyata hampir selalu didahului oleh tanda-tanda peringatan. Penelitian berskala besar mengungkap bahwa faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kadar gula darah abnormal, dan kebiasaan merokok menjadi pemicu utama sebelum serangan terjadi. Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko disebut sebagai kunci pencegahan.
Penelitian dari Yonsei University College, Korea Selatan, menganalisis data kesehatan lebih dari 9 juta orang di Korea dan hampir 7.000 orang di Amerika Serikat dengan pemantauan hingga 20 tahun. Hasilnya menunjukkan empat faktor risiko utama sebelum serangan jantung, strok, atau gagal jantung, yakni:
-
Tekanan darah tinggi
-
Kadar kolesterol tinggi
-
Kadar gula darah tinggi
-
Kebiasaan merokok
Dua Kategori Risiko
Mengutip The Independent, Senin (6/10/2025), para peneliti membagi faktor risiko menjadi dua level:
1. Batas tidak optimal
-
Riwayat merokok
-
Tekanan darah di atas 120/80 mm Hg
-
Kolesterol total di atas 200 mg/dL
-
Gula darah puasa di atas 100 mg/dL
-
Diagnosis diabetes
2. Batas tinggi (risiko lebih besar)
-
Tekanan darah di atas 140/90 mm Hg
-
Kolesterol di atas 240 mg/dL
-
Gula darah lebih dari 126 mg/dL
-
Perokok aktif
Mayoritas Pasien Punya Faktor Risiko
Studi menemukan bahwa 99 persen pasien serangan jantung atau strok memiliki setidaknya satu faktor risiko tidak optimal, dan 93 persen memiliki dua atau lebih. Tekanan darah tinggi menjadi yang paling umum, memengaruhi lebih dari 95 persen pasien di Korea Selatan dan 93 persen di AS.
Menariknya, bahkan wanita di bawah 60 tahun, yang sering dianggap berisiko rendah, lebih dari 95 persen memiliki setidaknya satu faktor risiko sebelum gagal jantung atau strok.
“Studi ini menunjukkan dengan sangat meyakinkan bahwa paparan terhadap satu atau lebih faktor risiko tidak optimal sebelum kejadian kardiovaskular hampir 100 persen. Tujuan sekarang adalah bekerja lebih keras untuk mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini," ujar Philip Greenland, peneliti dari Northwestern University, Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa serangan jantung jarang terjadi tanpa peringatan. Lebih dari 90 persen pasien memiliki satu atau lebih faktor risiko utama sebelum serangan pertama mereka. Karena itu, deteksi dini dan pengendalian faktor risiko menjadi langkah vital untuk menurunkan risiko komplikasi serius. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

