Indonesia Diguncang 25 Gempa Besar Sejak Awal 2026

Update berita gempa hari ini: BMKG mencatat gempa M 6.4 guncang Pacitan, Jawa Timur. Simak daftar 25 gempa besar di atas M 5.0 yang melanda Indonesia sejak awal 2026 dan analisis penyebab geologinya.

06 Feb 2026 - 08:15
Indonesia Diguncang 25 Gempa Besar Sejak Awal 2026
Update Gempa Pacitan: 25 gempa besar di atas M 5.0 yang melanda Indonesia sejak awal 2026. (Foto: Google Map)

SURABAYA, SJP – Masyarakat Jawa Timur, khususnya di wilayah pesisir selatan, diIimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia telah diguncang sebanyak 25 gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5.0 (M 5.0+) hanya dalam kurun waktu 37 hari sejak awal Januari hingga 6 Februari 2026.

Pacitan Jadi Sorotan di Awal Februari

Warga Pacitan dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan kuat pada Jumat dini hari (6/2/2026) pukul 01:06 WIB. Gempa berkekuatan M 6.4 yang berpusat di 90 km Tenggara Pacitan ini menjadi pengingat nyata akan aktifnya zona subduksi di selatan Jawa.

Kejadian ini bukanlah yang pertama di tahun ini bagi warga Jawa Timur. Sebelumnya, pada 27 Januari 2026, Pacitan juga sempat diguncang gempa M 5.5. Meski BMKG menyatakan rentetan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, frekuensi guncangan yang berdekatan ini memicu perhatian serius bagi kesiapsiagaan bencana di daerah.

Daftar Wilayah Paling Rawan (Januari - Februari 2026)

Berdasarkan frekuensi kejadian di atas M 5.0, berikut adalah peta aktivitas seismik nasional:

Tanimbar, Maluku

Terjadi 4 kali gempa dengan skala lebih dari M5.0 selama 2026. Ini merupakan wilayah paling aktif.

Sulawesi Utara

Terjadi 3 kali gempa dengan skala lebih dari M5.0 di kawasan ini.  Mencatat gempa terbesar M 7.1 SR.

Papua dan Malut

3 kali gempa Aktivitas seismik di wilayah timur |

Pacitan, Jawa Timur 

Terjadi 2 Kali. Termasuk gempa M 6.4 pada 6 Februari 2026

Analisis: Mengapa Bumi Indonesia Begitu Aktif?

Tingginya aktivitas kegempaan di awal 2026 ini bukan tanpa alasan ilmiah. Mengutip data dari BMKG dan Badan Geologi Kementerian ESDM, Jawa Timur berada di jalur "panas" geologi:

Pertemuan Lempeng Indo-Australia: Khusus untuk wilayah Jatim, gempa seperti yang terjadi di Pacitan disebabkan oleh Lempeng Indo-Australia yang terus bergerak ke utara dan menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Gesekan hebat di zona subduksi inilah yang melepaskan energi besar secara mendadak.

 Sabuk Cincin Api (Ring of Fire): Sebagai bagian dari jalur vulkanik dunia, Indonesia menampung akumulasi energi seismik yang luar biasa. Sepanjang awal 2026, selain Jawa Timur, wilayah Tanimbar, Maluku menjadi titik yang paling sering bergejolak dengan 4 kali gempa besar, sementara gempa terkuat (M 7.1) terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara.

Kesiapsiagaan Warga Jawa Timur

Pihak berwenang mengingatkan bahwa meski teknologi saat ini bisa mendeteksi kekuatan gempa secara cepat, waktu terjadinya gempa belum bisa diprediksi secara akurat.

"Kuncinya adalah mitigasi. Warga di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur mulai dari Pacitan, Trenggalek, hingga Banyuwangi diharapkan memahami jalur evakuasi dan struktur bangunan yang aman," tulis pernyataan resmi yang merujuk pada pedoman keselamatan BMKG.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu tsunami yang tidak bersumber dari kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG atau akun media sosial terverifikasi BMKG. (**)

Sumber Data: Laporan Gempabumi M 5.0+ BMKG, Publikasi Tektonik Badan Geologi ESDM, & USGS Earthquake Hazards.
Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow