Jaga Ketahanan Pangan, DTPHP Kabupaten Malang Dorong Petani Percepat Masa Tanam

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan musim tanam padi seharusnya mulai dilakukan pada Oktober 2023 hingga Maret 2024.

29 Nov 2023 - 03:45
Jaga Ketahanan Pangan, DTPHP Kabupaten Malang Dorong Petani Percepat Masa Tanam
Hamparan sawah di wilayah Kabupaten Malang. (Toski/SJP).

Kabupaten Malang, SJP - Meski hasil pertanian padi di Kabupaten Malang telah capai surplus, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) dorong petani untuk segera lakukan percepatan masa tanam.

Hal itu karena saat ini telah memasuki musim penghujan, yang seharusnya musim tanam padi dilakukan.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, musim tanam padi tersebut seharusnya mulai dilakukan pada Oktober 2023 hingga Maret 2024.

Akan tetapi, karena dampak El-Nino yang akibatkan kemarau panjang, membuat molornya masa tanam padi di sejumlah titik di Kabupaten Malang.

"Itu karena musim kemarau panjang yang membuat beberapa titik mengalami kekurangan air bersih. Oktober-Maret ini masuk musim tanam, dan masa tanam tersebut dengan volume cukup besar sempat molor ke November dan Desember karena El-Nino. Kita sudah persiapan dan mengimbau segera melakukan pergerakan tanam secepatnya," ucapnya , saat dikonfirmasi awak media, Rabu (29/11/2023).

Pria yang akrab disapa Avi ini jelaskan, meski di tahun 2023, Kabupaten Malang mengalami surplus produksi padi, namun para petani diminta untuk terus meningkatkan produktivitasnya, dengan harapan di akhir tahun 2023 ini target 500 ribu ton produksi padi dapat terpenuhi.

"Kita sudah mencapai surplus padi, di akhir Oktober produksi padi kita mencapai 460 ribu ton, sedangkan kebutuhan kita 400 ribu ton. Maka sudah surplus 60 ribu ton. Tapi, target kita 500 ribu ton, it stabil dibandingkan tahun kemarin. Sehingga nanti kedepan pekerjaan rumah kita tidak terlalu berat lagi," jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Avi, peralihan musim kemarau ke penghujan, juga perlu diwaspadai.

Mengingat bencana seperti longsor dan banjir juga bisa terjadi dan memberikan dampak pada pertanian.

"Jadi, petani dan penyuluh harus waspada, terus memonitor permukaan air, dan memantau melalui informasi update yang disampaikan BMKG, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Avi menegaskan, untuk itu para petani diharapkan juga ikut membantu untuk kebersihan saluran tersier, supaya air lancar mengalir namun tidak berlebih di lahan, karena untuk tanaman pangan air tidak boleh berlebih, juga bisa kurang. 

"Air di lahan itu harus pas dan dimonitor, jangan sampai berlebih. Waspadai banjir bandang maupun longsor, seperti yang sudah beberapa kali terjadi di wilayah Kabupaten Malang," tukasnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow