Jabat Wabup Malang Gantikan Didik Gatot Subroto, Lathifah Shohib akan Fokus ke Pendidikan
Pergantian wabup Malang dari Didik Gatot Subroto ke Lathifah Shohib menandai komitmen baru dalam peningkatan pendidikan dan pembangunan daerah
MALANG, SJP – Perjalanan kepemimpinan di Kabupaten Malang memasuki babak baru dengan beralihnya jabatan wakil bupati (wabup) dari Didik Gatot Subroto, kepada Lathifah Shohib.
Pergantian ini menandai estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa Kabupaten Malang ke arah yang lebih baik. Terutama dalam sektor pendidikan dan pembangunan daerah.
Dalam refleksi perjalanannya sebagai wabup Malang, Didik Gatot Subroto menyampaikan, selama empat tahun pengabdiannya, dia berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi bagaimana kita mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Segala dinamika yang terjadi selama masa tugas adalah bagian dari upaya membangun Kabupaten Malang agar lebih maju dan sejahtera," ujarnya saat pisah sambut wabup Malang, Selasa (4/3/2025).
Dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Agung itu, Didik menyoroti tantangan utama yang dihadapi Kabupaten Malang saat ini. Khususnya dalam hal pemerataan pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Dia berharap, kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis, serta menyesuaikan kebijakan dengan tuntutan dan regulasi baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mengemban amanah sebagai wabup Malang terpilih, Lathifah Shohib menegaskan komitmennya untuk konsentrasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan latar belakang sebagai anggota Komisi X DPR RI selama dua periode, dia memiliki pengalaman luas dalam merancang kebijakan pendidikan nasional yang dapat diimplementasikan terhadap daerah.
Menurut dia, investasi terbaik bagi kemajuan suatu daerah terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan bukan sekadar kewajiban, tetapi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“Saya akan mendampingi Bupati Malang dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Malang mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas," tegas Lathifah.
Bupati Malang Sanusi mengatakan, salah satu langkah konkret yang akan diambilnya adalah penguatan sekolah unggulan di setiap kecamatan. Bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti Universitas Negeri Malang (UM) untuk pemenuhan tenaga pendidik.
Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih baik, dengan dukungan tenaga pengajar berkualitas serta infrastruktur yang memadai.
Selain pendidikan, Lathifah juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif.
"Pembangunan yang berkelanjutan harus memastikan bahwa setiap warga mendapatkan hak dasar mereka, baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial," tambahnya.
Pergantian kepemimpinan di posisi wabup Malang ini bukan sekadar pergantian sosok figur, tetapi juga momentum untuk memperbarui visi pembangunan yang lebih adaptif terhadap tantangan pembangunan Kabupaten Malang di tengah efisiensi anggaran.
Dengan pengalaman dan dedikasi masing-masing, baik Didik Gatot Subroto maupun Lathifah Shohib telah dan akan terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Malang lima tahun mendatang.
Di tengah optimisme ini, masyarakat Kabupaten Malang menaruh harapan besar bahwa kepemimpinan baru dapat membawa perubahan nyata. Terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
"Pemimpin boleh berganti, tetapi komitmen untuk membangun dan melayani masyarakat harus terus berlanjut," tutup mantan wabup Malang Didik Gatot Subroto. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

