Ini Tanda-tanda Anda Menderita Infeksi Saluran Kemih
Infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri, seperti Escherichia coli (E. coli), yang masuk melalui uretra dan berkembang biak di dalam saluran kemih.
SUARAJATIMPOST.COM - Siapa yang pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK)?. Penyakit ini membuat tidak nyaman saat membuang air kecil.
Selain terasa nyeri dan panas saat kencing, urine yang keluar juga sedikit, warnanya keruh dan berbau menyengat. Bahkan, ada bercak berwarna kemerahan yang disertai dengan nyeri di pinggang, perut dan panggul.
Tak hanya itu saja, penderita juga bisa mengalami demam, lemas, atau sering terbangun untuk kencing saat mengalami ISK.
Seperti dilansir dari halaman resmi Instagram @alodokter_id, ISK adalah infeksi yang terjadi pada bagian-bagian sistem saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri, seperti Escherichia coli (E. coli), yang masuk melalui uretra dan berkembang biak di dalam saluran kemih.
Infeksi ini bisa terjadi pada siapapun, meski memang lebih sering dialami oleh wanita, karena memiliki saluran uretra yang lebih pendek dibanding pria.
Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ISK, yakni:
- Jarang minum air putih
- Sering menahan buang air kecil
- Sangat aktif atau sering berhubungan intim
- Kurang menjaga kebersihan area intim
- Memiliki kelainan saluran kemih sejak lahir
- Mengalami penyumbatan saluran kemih, seperti akibat batu ginjal
- Memiliki sistem imun yang lemah
- Menggunakan kateter urine dalam jangka panjang
- Sedang hamil atau sudah menopause
Pengobatan infeksi saluran kemih umumnya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
Untuk kondisi ringan hingga berat, dokter mungkin dapat meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri penyebab infeksi, serta pereda nyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan. Selain itu, dokter juga akan menganjurkan konsumsi lebih banyak cairan, khususnya air putih, untuk mendorong bakteri keluar bersama urine.
Tapi, jika gejalanya sangat parah atau sering kambuh, lalu disertai dengan keluhan lain, seperti demam tinggi, menggigil, atau muntah, maka dokter mungkin perlu mengevaluasi lebih lanjut dan menilai apakah ada kondisi lain yang mendasarinya. (**)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

