Imbas Cuaca Ekstrem, Harga 5 Komoditas di Kota Batu Naik Tajam dalam Sebulan
Ketidakstabilan cuaca dinilai sebagai faktor utama melambungnya harga. Sehingga pasokan komoditi seperti cabai rawit merah dari sentra produksi seperti Malang dan Kediri turun drastis.
KOTA BATU, SJP—Harga bahan pokok di Kota Batu mengalami kenaikan cukup signifikan. Terutama pada komoditas cabai, bawang merah, telur, daging ayam, dan wortel. Akibatnya, warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kebutuhan pokok.
Salah satu pedagang di Pasar Among Tani Kota Batu, Susmiati mengatakan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi. Melonjak dari Rp45 ribu per kilogram pada pertengahan Mei 2025, menjadi Rp75 ribu per kilogram di pertengahan Juni 2025.
Selain itu, harga bawang merah juga meroket dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan dua digit juga terjadi pada komoditas lainnya. Seperti telur ayam ras yang sebelumnya dijual Rp27 ribu per kilogram kini mencapai Rp35.000 per kilogram.
“Sementara daging ayam naik dari Rp40 ribu menjadi Rp52 ribu per kilogram. Wortel yang biasanya dibanderol Rp12 ribu per kilogram, kini dijual Rp18 ribu per kilogram," urainya, Selasa (24/6/2025).
Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Batu, Nurbianto menjelaskan, ketidakstabilan cuaca menjadi faktor utama melambungnya harga bahan pokok di Kota Batu. Dia mencontohkan, pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi seperti Malang dan Kediri turun drastis. Pemicunya yaitu cuaca ekstrem dan serangan hama. Sehingga mengganggu produksi. Sementara permintaan tetap tinggi.
Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan distributor dan petani untuk memastikan stok bahan pokok tetap tersedia. Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga, Diskoperindag Kota Batu telah menggelar pasar murah di beberapa titik.
"Kami berharap ini bisa meringankan beban masyarakat. Kami juga terus memantau harga. Soalnya kenaikan rata-rata dari 50 persen hingga 66,7 persen. Hanya harga dari telur ayam yang naik di persentase 29,6 persen dan daging ayam di angka 30 persen," imbuhnya.
Dia memperkirakan harga akan stabil awal pada Juli mendatang seiring membaiknya cuaca dan distribusi. Sementara itu, warga diharap tidak panik berlebihan meskipun kenaikan harga tengah terjadi secara signifikan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

