Imbas Banjir Bandang di Desa Sumber Salak, Butuh Rp 1,9 Miliar untuk Perbaiki Infrastruktur

Saat ini Dinas BSBK dan BPBD Kabupaten Bondowoso telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan infrastruktur di Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami.

16 Mar 2025 - 21:01
Imbas Banjir Bandang di Desa Sumber Salak, Butuh Rp 1,9 Miliar untuk Perbaiki Infrastruktur
Proses evakuasi batu dari sungai menggunakan ekskavator milik Dinas BSBK Bondowoso. (Foto: BPBD/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan normalisasi sungai di Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, Ahad (16/3/2025).

Kegiatan tersebut sebagai langkah penanganan kedaruratan setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada Rabu (12/3/2025) lalu.

Hingga saat ini, aliran sungai yang berada di sisi rumah warga kondisinya dipenuhi oleh material batu besar yang terbawa banjir bandang. Butuh alat untuk menaikkan batu tersebut.

Sebagian dari batu-batu itu telah diangkat dari badan sungai oleh warga. Namun, hingga saat ini alat berat sedang dikerahkan untuk mengangkat batu-batu yang berukuran besar.

Saat ini, alat berat milik Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso tengah menormalisasi sungai dengan memindahkan batu yang berukuran besar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo menyebut, fasilitas milik Madrasah Al-Ikhlas mengalami rusak akibat banjir bandang.

Namun demikian, kata Sigit, motor milik warga yang semalam hilang terhanyut banjir, kini telah berhasil ditemukan.

“Jembatan kampung terputus, beronjong penahan air sepanjang 500 meteran terputus. Untuk sawah yang terdampak seluas 20 hektare dan RT 3, RW 1, Desa Sumber Salak jaringan air bersih terputus,” jelas Sigit, Ahad (16/3/2025).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BSBK Bondowoso, Ansori mengaku telah melakukan asesmen dan menginventarisasi kerusakan infrastruktur akibat banjir di Desa Sumber Salak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk usulan perbaikan infrastruktur. Di antaranya, tangkis hulu-hilir, dan ada perbaikan jalan, total anggaran yang kami usulkan estimasinya mencapai sekira Rp 1,9 miliar,” ujarnya, Ahad (16/3/2025).

Untuk saat ini, kata Ansori, Dinas BSBK melakukan normalisasi material batu yang ada di sungai menggunakan alat berat. Hal ini dilakukan agar aliran air di sungai kembali lancar. Sehingga saat debit air meningkat, tidak naik ke pemukiman warga.

“Kami menggunakan ekskavator untuk menaikkan batu berukuran besar. Kemudian membuat tangkis di sisi sungai sebagai antisipasi mencegah air naik ke pemukiman,” ungkapnya.

Perihal anggaran kedaruratan, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, pemerintah harus segera memetakan, mengasesmen dan merancang kembali pembangunan infrastruktur dari sumber-sumber pendanaan yang ada.

“Jadi kami juga sudah mengajukan surat pernyataan bupati ketika tanggap darurat dan nanti bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan perbaikan-perbaikan melalui dana BTT (belanja tidak terduga) di kabupaten, provinsi maupun pusat,” tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow