HUT ke-1222, Bupati Kediri Tekankan Integritas dan Kinerja Birokrasi Pasca-Lebaran

Dengan usia Kabupaten Kediri yang kini menginjak 1222 tahun, perlu diingat bahwa daerah ini berdiri di atas sejarah panjang, nilai-nilai besar, serta perjuangan lintas generasi.

25 Mar 2026 - 13:00
HUT ke-1222, Bupati Kediri Tekankan Integritas dan Kinerja Birokrasi Pasca-Lebaran
Apel Besar ASN Pemkab Kediri dan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 (Foto: Putra/SJP)

KEDIRI, SJP–Pemerintah Kabupaten Kediri memperingati Hari Jadi ke-1222 pada hari ini, Rabu (25/03/2026). Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, menegaskan bahwa tema tersebut membawa harapan agar Kabupaten Kediri tumbuh menjadi daerah maju tanpa kehilangan identitasnya.

"Menjadi daerah yang kuat karena budayanya, dan berdaya karena persatuan serta kerja keras seluruh masyarakatnya," kata Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat memimpin apel besar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 di halaman belakang Kantor Pemkab Kediri, Rabu (25/03/2026).

Bertepatan dengan momentum ini, Mas Dhito sapaan karib Bupati Kediri juga mengingatkan pentingnya kehadiran ASN untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Bahwa setelah Ramadhan, setelah Idulfitri, dan di momentum Hari Jadi Kabupaten Kediri, kita bangkit dengan semangat baru, kerja yang lebih kuat, dan pengabdian yang lebih nyata," ungkapnya.

Mas Dhito menuturkan, dengan usia Kabupaten Kediri yang kini menginjak 1222 tahun, perlu diingat bahwa daerah ini berdiri di atas sejarah panjang, nilai-nilai besar, serta perjuangan lintas generasi.

"Maka, pascalebaran semestinya semangatnya, pengabdiannya, etos kerjanya, dan juga kinerjanya jauh lebih meningkat," tegasnya.

Mas Dhito mengingatkan para ASN bahwa pascalibur panjang, masyarakat biasanya langsung berhadapan dengan berbagai kebutuhan pelayanan. 

Hal ini mencakup pengurusan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, percepatan perizinan, hingga penanganan persoalan di wilayah masing-masing.

"Artinya, yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan kerja yang masih pemanasan, tetapi birokrasi yang langsung siap bekerja. Hari ini saya juga ingin menegaskan ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan seberapa lama lembur di kantor. Ukuran kerja kita adalah manfaat, sejauh mana outcome-nya untuk masyarakat," tegasnya lagi.

"Kalau semua hanya selesai di administrasi, tetapi tidak terasa di masyarakat, maka kita harus jujur mengatakan ada yang belum beres dalam cara kerja kita," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito mengungkapkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan secara kolektif, tidak hanya oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga melibatkan instansi terkait lainnya. Fokus utama meliputi pengentasan kemiskinan, penanganan tengkes (stunting), serta peningkatan kualitas layanan publik.

"Terkait pelayanan publik, saya berharap betul tolong dijaga kualitas dan semangatnya untuk melayani masyarakat. Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai yang selama Lebaran kemarin bersiaga memberikan pelayanan publik," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow