Hipertensi dan Diabetes di Kota Batu Meningkat, Ini Kata Dinas Kesehatan
Fenomena meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes bukan hanya soal angka statistik, tetapi menjadi sinyal peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat.
KOTA BATU, SJP – Kota Batu tengah menghadapi ancaman serius di bidang kesehatan masyarakat. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 5.433 warga menjalani skrining dan diketahui mengidap hipertensi, sementara 4.220 kasus diabetes mellitus resmi tercatat oleh Dinas Kesehatan Kota Batu.
Angka ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama berbagai komplikasi kronis yang bisa berujung pada kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja pada Sabtu (24/5/2025) menyebutkan, bahwa fenomena meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes bukan hanya soal angka statistik, tetapi menjadi sinyal peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kedua penyakit ini sering kali muncul tanpa gejala awal yang jelas sehingga banyak penderitanya tidak menyadari kondisi mereka hingga berada dalam tahap lanjut.
"Ini adalah ancaman nyata. Hipertensi dan diabetes sering kali tidak disadari hingga muncul komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, atau bahkan gagal ginjal. Kita berbicara tentang penyakit yang bisa sangat memengaruhi kualitas hidup, bahkan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik," ujarnya.
Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kota Batu melalui Dinkes, segera menyiapkan berbagai langkah preventif yang lebih intensif.
Salah satunya adalah memperluas cakupan skrining rutin di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan posyandu, agar deteksi dini dapat dilakukan secara masif.
Selain itu, edukasi mengenai gaya hidup sehat juga akan digencarkan melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang selama ini menjadi andalan dalam menekan angka penyakit tidak menular di berbagai daerah.
Namun demikian, Aditya menekankan bahwa keberhasilan pencegahan tidak hanya bisa bertumpu pada upaya pemerintah semata.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan aktif menjaga kesehatan, mulai dari pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang teratur, hingga kebiasaan rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula.
"Upaya kami di Dinas Kesehatan tidak akan cukup jika tidak diimbangi oleh kesadaran masyarakat. Pencegahan penyakit seperti hipertensi dan diabetes ini sangat bergantung pada gaya hidup harian. Maka, perubahan perilaku masyarakat adalah kunci," tegasnya.
Dinkes Kota Batu juga tengah menyiapkan pelatihan untuk kader kesehatan di tingkat RT/RW, agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi dan bantuan medis sejak dini.
Harapannya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, angka kasus hipertensi dan diabetes bisa ditekan, serta masyarakat Kota Batu bisa menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif.
Jika tren ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin sistem kesehatan Kota Batu akan menghadapi beban yang lebih berat di masa mendatang. Oleh karena itu, langkah cepat dan kolektif menjadi mutlak diperlukan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

