Hasil Autopsi, Luka pada Wajah Mayat di Ploso Jombang Karena Benturan

Kegiatan autopsi berlangsung hingga malam hari untuk mengetahui penyebab korban kehilangan nyawa.

09 May 2025 - 07:05
Hasil Autopsi, Luka pada Wajah Mayat di Ploso Jombang Karena Benturan
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra saat berada di depan Kamar Jenazah RSUD Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Misteri luka pada muka mayat yang ditemukan oleh warga di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang terungkap. Hasil autopsi mayat pria tersebut menunjukkan luka pada muka akibat benturan benda keras. 

Penemuan mayat pria yang telah diketahui identitasnya sebagai Dodik Darmawanto (45) warga Dusun Ngelom, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang sempat memunculkan adanya dugaan tindakan kriminalitas karena terdapat luka pada muka hingga hasil autopsi berkesimpulan lain. 

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra mengatakan, korban mengalami gangguan pada organ jantung yang menyebabkan kekurangan oksigen hingga meninggal dunia.

“Dari hasil autopsi ditemukan adanya pendarahan pada jantung. Ini juga sejalan dengan rekam medis korban yang pernah menjalani pemeriksaan EKG sebelumnya di RSUD Ploso,” ucap AKP Margono saat diwawancarai usai menerima hasil autopsi dari tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri, Kamis (8/5/2025). 

Sementara luka lecet di wajah yang sempat menjadi banyak anggapan dipastikan bukan korban kriminalitas, namun saat korban terjatuh membentur tembok di lokasi kejadian.

“Memang ada luka pada pipi dan dagu, tapi itu akibat benturan ketika korban terjatuh,” tambahnya.

Dodik sempat berkumpul bersama teman-temannya pada Rabu (7/5/2025) siang hingga dini hari. Ia lalu pulang dan kembali keluar rumah seorang diri. Sayangnya, keesokan paginya ia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga sekitar pada pukul 06.30 WIB. Perkiraan waktu kematian berada antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIB.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian santai berupa kaos hitam dan celana jeans pendek. Ia tergeletak di bawah pohon kelengkeng dalam posisi terlentang, memunculkan dugaan awal adanya tindak kekerasan. Namun hasil penyelidikan dan autopsi membantah spekulasi tersebut.

Dengan kesimpulan ini, polisi menyatakan kasus tersebut tidak mengarah pada tindakan pidana. Margono mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi liar dan mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow