Hasil Autopsi Bongkar Penyebab Kematian Tersangka Curwan di Lumajang
Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian tersangka curwan Rudi Hartono di Lumajang bukan karena kekerasan, melainkan asam lambung yang masuk ke saluran pernapasan. Polisi harap warga tak lagi terprovokasi.
LUMAJANG, SJP — Hasil autopsi terhadap Rudi Hartono, tersangka kasus pencurian hewan (curwan) yang meninggal dunia di RS Bhayangkara Lumajang, akhirnya terungkap.
Pemeriksaan medis memastikan bahwa penyebab kematiannya bukan akibat kekerasan fisik, melainkan karena gangguan organ pencernaan yang menyebabkan asam lambung masuk ke saluran pernapasan.
Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Lumajang, dr Deka Bagus Binarsa, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menemukan banyak cairan kekuningan pada lambung serta cairan serupa di saluran pernapasan korban.
“Hasil uji kimia dengan kertas lakmus menunjukkan perubahan warna merah, menandakan adanya asam,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Menurut Deka, temuan tersebut menunjukkan adanya gangguan pada fungsi tubuh, terutama sistem pernapasan, akibat kondisi medis.
“Penyebab kematian yang bersangkutan adalah asam lambung yang masuk ke saluran pernapasan,” tegasnya.
Penjelasan ini disampaikan untuk menepis dugaan pihak keluarga yang menuding adanya kekerasan saat proses penangkapan oleh aparat kepolisian. Hasil autopsi menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh korban.
Sebelumnya, puluhan warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, sempat menyerang markas Polres Lumajang lantaran tidak terima Rudi meninggal dunia setelah ditangkap polisi. Amarah warga yang dipicu dugaan kekerasan itu berujung pada aksi amuk massa dan perusakan di kantor polisi pada Minggu (12/10/2025) malam.
Kini, dengan hasil autopsi yang telah diumumkan, polisi berharap situasi di Lumajang kembali kondusif dan tidak lagi muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

