Hari Pertama Realisasi MBG di Surabaya: Butuh Evaluasi Porsi Makan di Rumah dan di Sekolah

Sebanyak 3.300 porsi habis di hari pertama realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya.

13 Jan 2025 - 14:36
Hari Pertama Realisasi MBG di Surabaya: Butuh Evaluasi Porsi Makan di Rumah dan di Sekolah
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama istri meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Taquma. (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Kota Surabaya resmi memulai pelaksanaan uji coba Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/1/2025).

Program ini digagas oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan baru diluncurkan di Surabaya sepekan setelah di beberapa daerah lain berjalan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut meninjau langsung pelaksanaan MBG di SD Taquma, Jalan Jemur Ngawinan, Nomor 54, Jemur Wonosari. 

“Masakannya enak. Banyak yang habis. Anak-anak sangat antusias, dan ini menunjukkan program ini membawa dampak positif,” ujar Eri di sela kunjungannya, Senin (13/1/2025).

Lokasi dan Pelaksanaan di Hari Pertama

Sebanyak lima sekolah di Surabaya menjadi lokasi uji coba program MBG. Adapun jadwalnya sebagai berikut:

  • KB-TK Yasporbi, Jl. Jemur Andayani III No. 3, Jemursari.
  • SD Taquma, Jl. Jemur Ngawinan No. 54, Jemur Wonosari.
  • SMPN 13, Jl. Jemursari II, Jemur Wonosari.
  • SMAN 10, Jl. Jemursari I, Jemur Wonosari
  • SMK PGRI 1 Surabaya, Jl. Jemursari VIII No.120, Jemur Wonosari.

Program ini melibatkan 3.300 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari TK, hingga SMP. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terlibat. Seperti Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan DP3AKB, dan camat Wonocolo.

Tantangan Hari Pertama

Pada hari pertama pelaksanaan MBG di Surabaya, program ini menunjukkan potensi besar. Namun tetap membutuhkan evaluasi. Terutama dalam penyesuaian porsi dan menu makanan. 

Eri Cahyadi menyampaikan, terdapat perbedaan kebutuhan porsi makan antara siswa kelas 1 sampai 3 dan kelas 4 sampai 6.

 “Kita akan evaluasi selama seminggu untuk menyesuaikan porsi makanan. Misalnya, jika porsi untuk kelas 1-3 terlalu banyak, akan dikurangi. Sebaliknya, kelas 4-6 yang porsinya kurang akan ditambah,” jelasnya.

Selain itu, keberagaman menu juga menjadi perhatian. Saat ini, BGN telah menyiapkan menu makanan bervariatif untuk 30 hari. Tetapi masih diperlukan survei preferensi dari siswa. 

"Kita ingin siswa punya pilihan menu, agar mereka merasa lebih nyaman dan puas," tambahnya.

Peran UMKM Lokal Masih dalam Pembahasan

Eri Cahyadi menyoroti peluang keterlibatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan makanan bergizi.

Meski penyedia makanan saat ini ditentukan langsung oleh BGN, Eri mengaku akan mendorong UMKM Surabaya untuk ikut serta dalam program ini.

“Ketika UMKM lokal terlibat, kita bisa menggerakkan ekonomi daerah, sekaligus mengurangi pengangguran. Nanti akan kita bantu UMKM mendaftar sesuai standar BGN,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Orang Tua dan Guru

Eri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua untuk mendukung keberhasilan program ini.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah sosialisasi kepada orang tua agar sarapan di rumah disesuaikan dengan jadwal makan di sekolah.

“Anak-anak yang makan pagi terlalu banyak di rumah seringkali tidak menghabiskan makanannya di sekolah. Hal ini perlu disosialisasikan agar program ini benar-benar optimal,” jelasnya.

Respons Positif dari Siswa 

Salah satu siswa SD Taquma, Rina (9), terlihat sangat senang dengan makanan yang disajikan pada hari pertama program MBG ini. 

"Makanannya enak. Ada ayamnya. Aku habis semua. Teman-teman juga banyak yang suka," ungkapnya.

Antusiasme seperti yang ditunjukkan oleh Rina menjadi salah satu indikator, bahwa program ini disambut baik oleh siswa.

Hal ini juga menunjukkan, bahwa pemberian makanan bergizi di sekolah tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga meningkatkan semangat belajar anak-anak.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Meski program ini masih dalam tahap uji coba untuk 30 hari ke depan, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya menjaga komitmen untuk menyempurnakan pelaksanaan.

“Program ini adalah inisiatif yang baik dari pemerintah pusat. Jika ada kekurangan, kita harus melengkapi. Bukan melemahkan,” tutupnya. (*)

Editor: Ali Wafa 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow