Harga Sapi Naik, Warga Dusun Brau di Kota Batu Makin Giat Beternak
Pasca-wabah PMK, semangat beternak sapi perah di Dusun Brau, Kota Batu, makin tinggi. Harga sapi melonjak, produksi susu stabil, dan peternak makin disiplin menjaga mutu.
KOTA BATU, SJP — Gairah beternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, meningkat signifikan pasca meredanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Margomulyo sekaligus pengurus Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, mengatakan harga sapi siap perah kini melonjak hingga Rp32 juta per ekor, dari sebelumnya hanya Rp25 juta. Hal itu justru memicu ketertarikan warga untuk kembali merawat sapi perah.
“Kalau tahun lalu harga sapi siap perah sekitar Rp25 juta, sekarang bisa tembus Rp32 juta per ekor. Kenaikannya sekitar Rp4 juta sampai Rp7 juta. Tapi justru banyak yang tertarik merawat karena prospek ekonominya jelas,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Saat ini terdapat sekitar 600 peternak aktif di Dusun Brau, dengan populasi sapi perah mencapai 2.000 ekor. Produksi susu harian stabil di angka 10 ribu liter. Susu tersebut mayoritas disalurkan ke enam titik pengolahan, termasuk pabrik keju di Kota Batu dan pabrik besar lain di wilayah Jawa Timur.
Meski harga susu masih berkisar Rp7.400–Rp7.500 per liter, Munir menyebut motivasi peternak kini tidak hanya pada hasil susu, tetapi juga pada nilai ekonomi sapi itu sendiri.
“Kami ukur BJ (berat jenis) susu pagi sekitar 25–26, dan sore 24, di suhu 27 derajat Celsius. Itu standar pabrik. Peternak sekarang lebih disiplin, karena sapi bukan hanya penghasil susu, tapi juga aset bernilai tinggi,” imbuhnya.
Selain itu, penggunaan alat ukur seperti laktodensimeter kini mulai lazim demi menjaga kualitas susu sesuai permintaan pabrik. Peternak makin sadar pentingnya perawatan ternak dan mutu produk.
Peningkatan minat warga dalam beternak turut memperkuat posisi Dusun Brau sebagai sentra susu terbesar di Kota Batu. Konsistensi distribusi susu harian yang mencapai 10 ribu liter menjadi bukti bahwa sektor peternakan rakyat ini terus berkembang pasca-wabah PMK. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

