Nelayan di Gresik Terimbas Reklamasi Industri: Laut Mengecil, Tangkapan Ikan Menyusut

Sejumlah nelayan di Kabupaten Gresik tertekan oleh kondisi hasil tangkapan ikan yang semakin menyusut. Peyusutan hasil tangkapan ikan itu terjadi hampir setiap tahun.

21 Jul 2025 - 13:37
Nelayan di Gresik Terimbas Reklamasi Industri: Laut Mengecil, Tangkapan Ikan Menyusut
Suasana nelayan di Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Maraknya reklamasi dan pembangunan dermaga industri di pesisir Kabupaten Gresik berdampak buruk terhadap nasib para nelayan. Hasil tangkapan ikan mereka pun menyusut karena area tangkapan ikan semakin kecil.

Salah seorang nelayan bernama Miftahul Farid menyebut, kondisi air laut kini lebih keruh dari sebelumnya. "Pengaruhnya tangkapan ikan menurun. Airnya lebih keruh dibandingkan sebelumnya," ungkapnya, Senin (21/7/2025).

Farid mengatakan, hasil tangkapan ikan nelayan saat ini berbeda jauh dengan kondisi sebelum sejumlah perusahaan membangun dermaga pada tahun 1990-an. Kala itu, satu perahu nelayan bisa mendapat hasil tangkapan ikan mencapai 15 keranjang atau 1 ton.

Dengan maraknya aktivitas reklamasi dan pembangunan dermaga, kini nelayan menilai laut bertambah sempit dan arus bertambah deras. Hasil tangkapan mereka juga menyusut drastis. 

"Perolehan ikan nelayan sekarang paling banyak satu keranjang per perahu atau seberat 70 kilogram. Tergantung ikannya. Seringnya ikan rebon," jelasnya. 

"Sejak banyak reklamasi laut dilakukan oleh sejumlah perusahaan, pendapatan ikan para nelayan ambruk pula," imbuh Farid. 

Hal senada juga diungkapkan warga lain bernama Fukron. Dulu dia juga seorang nelayan. Namun dia terpaksa beralih profesi karena hasil tangkapan ikan sudah tidak menjanjikan. 

Fukron telah beralih profesi sejak lima tahun lalu, seiring berdirinya dermaga-dermaga besar yang dianggap mempersempit ruang jelajah para nelayan. 

“Di sini sudah tidak ada tempat untuk menjaring. Orang jaring sudah gak ada tempat. Karena ini perusahaan berjejer-jejer sampai di daerah Mengare sana,” ungkapnya.

Menurut Fukron, kini hasil melaut tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Dulu waktu jadi nelayan, sehari bisa dapat sekitar ratusan kilo. Namun sekarang hasilnya cuma bisa buat dimasak sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow