Harga iPhone Terancam Naik TIga Kali Lipat akibat Perang Dagang AS-China

Biaya produksi di AS jauh lebih tinggi. Analis memperkirakan, harga satu unit iPhone bisa melonjak dari US$ 1.000 menjadi lebih dari US$ 3.000.

14 Apr 2025 - 11:06
Harga iPhone Terancam Naik TIga Kali Lipat akibat Perang Dagang AS-China

JAKARTA, SJP – Ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin meningkat, dan salah satu dampak paling mencoloknya diprediksi akan dirasakan oleh konsumen iPhone di seluruh dunia. Harga iPhone secara global diperkirakan melonjak hingga tiga kali lipat jika Apple memindahkan produksi dari China ke AS.

Selama hampir dua dekade, China menjadi pusat produksi utama iPhone. Namun, seiring dengan meningkatnya tarif impor AS terhadap produk China yang kini mencapai 145% pemerintah AS mendorong perusahaan-perusahaan seperti Apple untuk memindahkan operasinya ke dalam negeri.

Langkah ini, meski mungkin secara politis menguntungkan, secara ekonomi berisiko besar. Biaya produksi di AS jauh lebih tinggi, dan proses pemindahan fasilitas manufaktur akan menelan miliaran dolar. Analis memperkirakan, jika skenario ini terjadi, harga satu unit iPhone bisa melonjak dari US$ 1.000 menjadi lebih dari US$ 3.000.

Kenaikan ini tentu akan berdampak langsung pada konsumen global. Tidak hanya di pasar AS, konsumen di Eropa, Asia, dan negara berkembang lainnya akan menghadapi lonjakan harga yang signifikan. Negara-negara dengan pajak impor dan beban distribusi yang tinggi akan merasakan dampak paling besar.

Sementara itu, Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan relokasi produksi. Namun, CEO Tim Cook dijadwalkan akan membahas strategi jangka panjang perusahaan dalam pertemuan dengan para analis keuangan mendatang.

Sebagai akibat langsung dari perang dagang ini, saham Apple sudah turun sekitar 15%, dengan nilai pasar yang menyusut sebesar US$ 500 miliar hanya dalam beberapa hari sejak pengumuman tarif terbaru oleh Presiden Donald Trump.

Jika konflik dagang terus berlanjut tanpa solusi jangka panjang, konsumen global harus bersiap menghadapi era baru perangkat premium—dengan harga yang jauh lebih mahal dan pasokan yang lebih tidak pasti. (**)

Sumber : Beritasatu.com

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow