Harga Emas Turun setelah Isu Gencatan Senjata Israel-Iran
Harga emas turun usai gencatan senjata Israel-Iran, permintaan safe haven melemah. Emas spot turun ke US$ 3.319,96, perak ikut melemah, platinum naik.
SUARAJATIMPOST.COM—Harga logam mulia mengalami penurunan pada Selasa, 24 Juni 2025, usai adanya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Situasi ini membuat minat terhadap aset safe haven berkurang tajam. Harga emas bahkan merosot hingga 2%, menyentuh posisi terendah dalam lebih dari dua pekan terakhir.
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,4% ke angka US$3.319,96 per troi ons. Sementara itu, harga kontrak berjangka emas di Amerika Serikat tercatat melemah 1,8% ke posisi US$3.333,9 per troi ons.
“Penurunan tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Permintaan safe haven melemah dan pasar cenderung masuk ke mode risk-on,” ujar analis logam senior di Zaner Metals, Peter Grant, sebagaimana dilansir Beritasatu.com.
Grant menambahkan, saat ini emas masih memiliki area support yang cukup kuat di sekitar US$3.300 per ons, bahkan lebih kokoh lagi di sekitar US$3.250 per ons.
Selain itu, pengumuman gencatan senjata tersebut turut memicu penguatan di pasar saham global serta membuat nilai tukar dolar AS cenderung melemah.
"Masih ada keraguan apakah gencatan senjata ini akan bertahan lama. Sampai semuanya jelas, potensi penurunan harga emas mungkin cukup terbatas," tambah Grant.
Untuk komoditas logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot melemah 0,8% ke level US$35,83 per troi ons dan sempat menyentuh titik terendah sejak 5 Juni 2025. Di sisi lain, harga platinum naik 1,6% menjadi US$1.314,91 per troi ons, sedangkan paladium terkoreksi 1,5% ke posisi US$1.061,90 per troi ons. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

