Harga Cabai Melambung: Petani di Kediri Bukannya Untung malah Buntung

Tanaman cabai yang ditanam petani banyak yang rusak hingga membusuk dan berjatuhan.

13 Jan 2025 - 08:30
Harga Cabai Melambung: Petani di Kediri Bukannya Untung malah Buntung
Tanaman cabai di Kediri banyak yang rusak karena faktor cuaca. (foto: beritasatu.com)

KEDIRI, SJP -  Mahalnya harga cabai di Kabupaten Kediri, rupanya tidak serta membuat para petani untung. Harga cabai rawit yang mencapai Rp 100.000 per kilogram di pasaran, namun para-petani justru mengeluhkan kondisi gagal panen dan mengalami kerugian. Tanaman cabai rawit yang ditanam  petani banyak yang rusak hingga membusuk dan berjatuhan. Kondisi tersebut terjadi diduga akibat dampak cuaca ekstrem.

"Cuaca saat ini bagi petani cabai kebanyakan gagal panen karena hujan terus menerus. Curah hujan tinggi akhirnya tidak kuat batang pohon cabai membusuk. Pasti merugi, menanam cabai sampai hari ini belum ada hasilnya," kata Suparman Adi, salah satu petani cabai di Ngasem, Kabupaten Kediri.

Suparman mengatakan, kalau cuaca normal, pohon cabai rawit itu seharusnya sudah mulai berbuah dan panen minimal lima hari sekali. Akan tetapi, kalau cuaca hujan tinggi seperti ini, ia mengaku hasil panen yang tidak diketahui pasti. Lanjut dia, malah dalam waktu satu bulan ini belum menuai hasil panen.

Kalau dalam kondisi cuaca normal dari lahan sawah seperempat hektar miliknya diperkirakan dapat menerima sebanyak dua  kuintal cabai. Petani yang seharusnya diuntungkan dengan tingginya harga cabai, namun sekarang hal itu tidak terjadi. "Kalau sekarang dikenal cabai mahal, tetapi bagi petani hasilnya belum ada," jelasnya.

"Kalau seperti sekarang ini sudah bangkrut. Diprediksi dari biaya sewa sawah dan penanaman ya bangkrut. Karena belum ada hasilnya pohon cabai sudah mati. Matinya kebanyakan air, terus batang pohon menjamur dan membusuk," tambahnya.

Senada dengan itu, petani cabai rawit warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, setempat, Waluyo, menyampaikan hal serupa. Ia gagal panen tanaman cabai miliknya, padahal harga cabai tinggi. Karena tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, buah cabai yang seharusnya belum waktu panen tapi sudah rontok. "Masih hijau-hujau sudah rontok kena curah hujan tinggi. Ya merugi, ada kalau dua zak glangsing," pungkasnya.

Kabupaten Kediri merupakan salah satu sentra tanaman cabai rawit di Jawa Timur. Data BPS menyebutkan, luas lahan tanaman cabai rawit di Kabupaten Kediri mencapai 9.469 hektar.  

sumber : beritasatu.com

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow