Hadiri Manten Tebu PG RMI, Bupati Blitar dan PATANI Dorong Percepatan Infrastruktur

Pada kegiatan manten tebu di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Bupati Blitar dan Ketua Pandu Tani Indonesia mendorong percepatan infrastruktur.

30 May 2026 - 18:58
Hadiri Manten Tebu PG RMI, Bupati Blitar dan PATANI Dorong Percepatan Infrastruktur
Prosesi awal penggilingan tebu di PG RMI Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Tradisi manten tebu yang menandai dimulainya musim giling tahun 2026 di Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) tidak hanya menjadi simbol dimulainya proses produksi gula.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung produktivitas petani tebu dan pengembangan ekonomi Kabupaten Blitar.

Dalam acara yang digelar di area PG RMI, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan harapannya agar musim giling tahun ini mampu menghasilkan produksi gula yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, industri gula merupakan bagian dari program prioritas nasional yang perlu didukung bersama, baik oleh pemerintah, perusahaan maupun petani.

"Hari ini kami diundang oleh PT RMI dalam tradisi luhur manten tebu sebagai tanda dibukanya musim giling tahun 2026. Harapan kita, produksi gula yang dikelola PG RMI semakin meningkat dan semakin baik dari tahun ke tahun," ujar Rijanto, Sabtu (30/5/2026).

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya mendampingi petani tebu, mulai dari pengembangan bibit unggul hingga peningkatan kualitas budidaya.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.

Dalam kesempatan itu, Rijanto juga menyampaikan bahwa para petani tebu memiliki komitmen kuat untuk mendukung keberlangsungan industri gula di PG RMI. 

Namun, di sisi lain para petani berharap keberadaan pabrik gula dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi kesejahteraan mereka.

"Petani berharap proses pemasukan tebu berjalan lancar, cepat, pembayaran tepat waktu, dan rendemen tetap bagus. Itu yang menjadi harapan mereka," katanya.

Meski demikian, Rijanto mengakui masih ada persoalan mendasar yang menjadi perhatian petani, yakni kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai.

Menurutnya, kelancaran distribusi hasil panen tebu sangat bergantung pada kualitas jalan dan sarana pendukung lainnya. Sementara itu, masih banyak ruas jalan di Kabupaten Blitar yang memerlukan perbaikan.

"Masalah yang dihadapi petani tebu sangat bergantung pada infrastruktur. Kami bersama Wakil Bupati dan DPRD terus berupaya memperbaiki jalan yang rusak, tetapi kenyataannya masih banyak yang perlu mendapatkan perhatian," ungkapnya.

Karena itu, Rijanto berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar. Ia juga meminta dukungan Pandu Tani Indonesia (PATANI) untuk menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait.

"Kami berharap infrastruktur di Kabupaten Blitar mendapat perhatian dari pemerintah pusat sehingga dukungan pembangunan bisa segera direalisasikan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Pandu Tani Indonesia (PATANI), Sarjan Tahir menilai Kabupaten Blitar memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra tebu nasional. Menurutnya, produktivitas tebu di daerah ini harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai agar daya saing petani semakin meningkat.

"Produktivitas tebu di Blitar luar biasa. Karena itu harus ada dukungan yang terstruktur sehingga nilai tambah dan daya saing petani menjadi semakin baik," tuturnya.

Ia menyatakan PATANI siap membantu mengomunikasikan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kabupaten Blitar kepada pemerintah pusat. Infrastruktur yang dimaksud meliputi jalan, jembatan hingga jaringan listrik yang menjadi penunjang utama aktivitas pertanian dan industri gula.

"Kami ingin memfasilitasi agar pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan maupun listrik, bisa dipacu dengan cepat di Kabupaten Blitar. Kami akan berkoordinasi dengan Menko Infrastruktur, Menteri PU dan kementerian terkait agar dukungan pemerintah pusat hadir di sini," tegasnya.

Sarjan menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada sektor pertanian tebu. Dukungan tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, membuka lapangan pekerjaan baru, hingga mempercepat pengembangan potensi pariwisata dan sektor lainnya, khususnya di wilayah Kabupaten Blitar.

"Ketika infrastruktur semakin baik, biaya distribusi turun, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani ikut naik. Ini yang ingin kita dorong bersama," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow