Hadiri DevFest 2025, Konjen AS di Surabaya Dukung Kolaborasi Teknologi Indonesia–Amerika

Kolaborasi teknologi Indonesia–Amerika kian erat saat Konjen AS Christopher Green menegaskan komitmen dukungan terhadap ekosistem AI Surabaya dalam DevFest 2025.

06 Dec 2025 - 21:56
Hadiri DevFest 2025, Konjen AS di Surabaya Dukung Kolaborasi Teknologi Indonesia–Amerika
Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam DevFest Surabaya 2025 (Dok. Konjen AS di Surabaya)

SURABAYA, SJP — Kerja sama teknologi antara Amerika Serikat dan Indonesia semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga pengembangan talenta digital. 

Pola kolaborasi itu kembali terlihat pada akhir pekan ini ketika Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, hadir langsung dalam gelaran DevFest Surabaya 2025. Kehadiran ini menjadi simbol penguatan kemitraan dua negara dalam inovasi teknologi dan pengembangan ekosistem digital.

Acara tahunan yang diinisiasi Google Developer Groups (GDG) Surabaya bersama AI/ML Surabaya, Flutter Surabaya, serta Institut Saind dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) itu berlangsung pada 6 Desember 2025 di Yarra Ballroom Surabaya. 

DevFest 2025 menghadirkan rangkaian program yang lebih komprehensif, mulai dari sesi edukatif, diskusi teknis mendalam, hingga workshop praktik langsung yang diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Beragam topik kekinian disajikan, di antaranya pengembangan web, mobile development, machine learning, data science, IoT, DevOps, hingga inovasi amplified AI. Acara ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi titik temu antara pengembang, akademisi, dan industri.

Selain itu, panitia juga membuka Call for Speakers bagi talenta teknologi di Jawa Timur, sebagai sarana berbagi riset, pengalaman, serta ide inovatif di hadapan komunitas developer.

Dukungan Konjen AS untuk Ekosistem AI Indonesia

Konjen AS di Surabaya, Christopher Green hadir untuk memberikan sambutan pembukaan sekaligus menegaskan komitmen Konsulat AS dalam mendukung inovasi digital di Indonesia. 

Ia menyampaikan optimisme atas potensi kolaborasi kedua negara, terutama dalam bidang kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat di Indonesia Green menyebut dinamika pengembangan AI di Indonesia mengingatkannya pada era awal internet di Amerika Serikat, masa ketika teknologi baru tumbuh cepat dan mendorong percepatan inovasi global.

"Ini adalah tahun kedua saya berada di GDG Surabaya, dan kami sangat bangga dapat mendukung inovasi teknologi, terutama AI, yang juga menjadi kekuatan Amerika Serikat," ungkap laki-laki yang akrab disapa Cak Chris itu, Sabtu (6/12/2025).

Cak Chris sendiri menilai ekosistem AI di Indonesia sangat energetis, didukung komunitas yang kuat dan mitra industri yang terus berkembang. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan peluang kolaborasi yang luas antara kedua negara.

"Indonesia adalah partner yang sempurna untuk kami berkolaborasi, berbagi ide, dan menemukan penyelesaian baru yang bermanfaat bagi kemanusiaan bersama antara kedua negara," imbuhnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pipeline talent di sektor teknologi. Kolaborasi antara komunitas, industri, dan kampus dinilainya sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan talenta yang mampu bersaing secara global.

"Kolaborasi seperti ini memberi manfaat bagi semua pihak, mulai dari pelajar yang memperoleh kemampuan baru, universitas dapat menyesuaikan kurikulum, dan industri mendapatkan talenta yang siap bergerak sejak hari pertama," sebut Chris.

Kolaborasi Komunitas dan Akademisi Dinilai Semakin Strategis

Konjen AS juga sempat berdiskusi dengan penyelenggara acara serta beberapa perwakilan industri. Green menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan GDG Surabaya, ISTTS, dan IKADO merupakan model ekosistem teknologi yang efektif, layaknya pola kemitraan yang berkembang di Silicon Valley.

Dukungan Konsulat AS terhadap berbagai program edukasi teknologi sebelumnya, termasuk inisiatif keamanan siber dan artificial intelligence yang telah dijalankan bersama ISTTS menjadi bukti komitmen jangka panjang yang terus diperluas.

Kolaborasi Ini Akan Terus Diperkuat

Sementara itu, Prof. Esther Setiawan dari Institut STTS, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam DevFest 2025, menyambut baik kehadiran Konjen AS serta kolaborasi yang terjalin selama ini. Ia menyebut kerja sama lintas negara dan lintas ekosistem merupakan fondasi penting dalam pembentukan talenta digital masa depan.

"Kami sangat bersyukur Mr. Chris Green bisa hadir dan mendukung komunitas developer di Surabaya. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk perkembangan ekosistem teknologi kita," ucap Prof. Esther.

Di akhir sesi, Esther menegaskan bahwa kemitraan dengan Konsulat AS akan terus diperluas pada tahun mendatang, terutama pada bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan pengembangan talenta digital. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow