ACI Rayakan Lima Tahun Berkarya Lewat Konser dan Pameran Bertajuk “PancaWarsa”

ACI merayakan lima tahun perjalanan dari komunitas daring hingga panggung luring, menegaskan keyakinan bahwa anak dan remaja punya kekuatan besar menciptakan perubahan lewat karya.

06 Dec 2025 - 22:22
ACI Rayakan Lima Tahun Berkarya Lewat Konser dan Pameran Bertajuk “PancaWarsa”
Suasana konser sederhana PancaWarsa di Wisma Jerman, saat SwaraKita tampil membawakan repertoar terbaik mereka dalam perayaan lima tahun Aksi Cinta Indonesia (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Komunitas anak dan remaja Aksi Cinta Indonesia (ACI) resmi memasuki usia lima tahun dan merayakannya dengan sebuah konser dan pameran bertajuk PancaWarsa, Sabtu (6/12/2025), di Ruang Halle Wisma Jerman, Surabaya. 

Perayaan tersebut dirancang sederhana namun sarat makna, menampilkan karya vokal dari grup SwaraKita serta pameran seni dari mitra-mitra program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School yang gencar digalakkan sejak tahun 2024 lalu.

Perayaan Penuh Syukur dari ACI

Direktur sekaligus Music Director ACI, Eri Atmojo, menjelaskan bahwa PancaWarsa menjadi momentum refleksi perjalanan ACI dalam lima tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa inti acara ini adalah bentuk syukur sekaligus cara memberikan ruang apresiasi bagi anak-anak yang selama ini berkarya bersama ACI.

"Ini sebenarnya konser perayaan lima tahun ACI. Digelar sederhana tapi kami ingin penuh makna," ucap Eri, Sabtu (6/12/2025).

Selain konser, perayaan 5 tahun ACI juga menampilkan berbagai hasil karya dari pelajar-pelajar yang tergabung dalam program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School, sebuah inisiatif yang selama setahun terakhir membawa tim ACI berkeliling sekolah-sekolah di Surabaya dan sekitarnya.

"Pameran ini adalah karya dari partner-partner sekolah kami. Diantaranya ada SMPN 3 Surabaya, sekolah inklusi Widya Wiyata, sampai SD dan SMP Dharma Mulia," sebut Eri.

SMP Kristen Dharma Mulia sendiri menyajikan karya-karya yang menghiasi dinding ruang Halle Wisma Jerman dengan karya yang terbuat dari sampah plastik yang sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun 2025.

Selain sekolah-sekolah tersebut, ACI turut melibatkan OceanKita, sebuah social enterprise yang fokus pada pengumpulan dan pengolahan sampah plastik laut. Keterlibatan mereka disebut sejalan dengan visi ACI untuk membuka ruang kolaborasi yang luas bagi anak-anak dan remaja.

Mengapa di Wisma Jerman?

Menurut Eri, pemilihan Wisma Jerman bukan tanpa alasan. Selain menjadi mitra ACI sejak lama, tempat ini dinilai memberikan nuansa nyaman dan mendukung upaya ACI membuka wawasan para pelajar mengenai peluang internasional.

"Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit. Di Surabaya ada pusat kebudayaan asing seperti Wisma Jerman, siapa tahu nanti mereka ingin kuliah atau cari beasiswa ke Jerman," ujarnya.

Pada usia kelimanya, ACI berharap dapat terus menumbuhkan semangat berkarya di kalangan anak muda, terutama mereka yang tergabung ke dalam kegiatan ACI maupun partner lingkungan seperti OceanKita.

"Kami percaya anak-anak dan remaja punya power besar untuk membawa perubahan lewat karya," harap Eri.

Evolusi ACI dari Mata Generasi Pertama

Adapun, Vocal Director ACI Naomi Olivia mengenang perjalanan panjang ACI yang ia ikuti sejak awal berdiri pada 2020. Ia menyebut bahwa ACI telah melalui perkembangan yang signifikan, baik dari sisi format kegiatan maupun kualitas karya anggotanya.

"Saya bangga karena melihat sendiri bagaimana ACI berevolusi dari komunitas daring jadi komunitas yang bisa bikin konser dan ikut lomba-lomba," ucap perempuan yang menjadi anggota ACI di generasi pertama itu.

Menurut Naomi, kekuatan terbesar ACI terletak pada komitmen anggotanya yang selalu mau berproses. Hal inilah yang melahirkan nilai utama ACI: menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

"ACI itu wadah untuk anak-anak yang ingin berproses dari nol, termasuk saya dulu," jelasnya.

Tantangan Perpindahan dari Daring ke Luring

Naomi mengakui bahwa perjalanan lima tahun ACI tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar adalah transisi dari kegiatan online ke pertemuan langsung setelah pandemi mereda.

"Waktu itu anggota ACI tersebar dari Sumatra sampai Bali. Jadi saat mulai luring, penyesuaiannya lumayan besar," ungkap Naomi.

Konser PancaWarsa menghadirkan penampilan dari vokal grup SwaraKita, yang sudah menjalani latihan jauh sebelum persiapan ulang tahun dimulai. Beberapa lagu merupakan aransemen yang sebelumnya telah tampil di konser-konser ACI.

Suasana semakin cair karena selain konser, pengunjung juga disuguhi pameran seni dari SMP Dharma Mulia. Karya-karya yang dibuat dari sampah plastik, sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun ini yang berkolaborasi dengan OceanKita dalam isu pengolahan sampah laut.

"Harapannya, ACI bisa terus jadi wadah bagi anak-anak muda berkarya yang berdampak, bukan sekadar untuk dipamerkan di media sosial," pungkas Naomi. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow