Bupati Mojokerto Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Chat Mesum Kepala Dinas ke Staf

Bupati Mojokerto memerintahkan Inspektorat memeriksa dugaan chat mesum eks Kadinkes. Pemeriksaan membenarkan adanya percakapan nakal antara pejabat dengan stafnya via WhatsApp.

27 Aug 2025 - 10:31
Bupati Mojokerto Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Chat Mesum Kepala Dinas ke Staf
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau Gus Barra saat diwawancarai usai melantik dan pengambilan sumpah jabatan 16 pejabat. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Bupati Mojokerto Muhammad Albarra memerintahkan Inspektorat menyelidiki kabar dugaan chat mesum eks kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kepada stafnya, menyusul adanya pemberitaan sebelumnya.

Nama yang disorot yaitu dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, sebelumnya menjabat kepala Dinkes. Dia kini dimutasi menjadi staf ahli bupati bidang pembangunan ekonomi dan keuangan.

Menurut Gus Barra, Inspektorat telah bergerak melakukan pemeriksaan terkait percakapan tersebut. Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di Graha Maja Tama, Rabu (27/8/2025).

"Berita itu sudah menyebar memang, saya perintahkan Inspektorat untuk segera menangani hal itu dan sudah dilakukan pemeriksaan," ucapnya, Rabu (27/8/2025).

Dari hasil pemeriksaan, Gus Barra membenarkan ada percakapan nakal antara kepala dinas dan staf. Percakapan dilakukan lewat aplikasi WhatsApp (WA. Namun detailnya tidak seperti pemberitaan yang beredar.

"Dalam pemeriksaan itu yang saya baca dia chat melalui WA, tapi tidak seperti yang diberitakan itu. WA nakal, tapi gak seperti di beritakan di berita itu," jelasnya.

Dia menekankan perlunya pemberitaan yang objektif karena isu tersebut sudah tersebar luas. Pemerintah daerah, kata dia, meminta setiap informasi disampaikan berdasarkan fakta hasil pemeriksaan Inspektorat.

"Saya tidak ingin berita ini tidak secara objektif. Oleh karena itu kami memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa, dan saya ingin berita yang sampai kepada saya adalah berita yang objektif, yang benar," tegasnya.

Namun demikian, Gus Barra menegaskan, dimutasinya dr. Ulum dari jabatan kepala Dinkes menjadi staf ahli bupati bukan karena kasus tersebut. Mutasi telah direncanakan sesuai tahapan peraturan perundang-undangan.

"Tidak ada kaitan apa pun. Kami melakukan ini jauh-jauh hari dan kami pikirkan dengan matang," ujar Gus Barra. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow