Hadapi Tantangan Industri Kreatif, Pengrajin Tenun Kota Kediri Dibekali Ilmu Pengembangan Desain
Selera pasar terus berubah, tren fesyen berkembang sangat cepat, dan produk lokal dituntut untuk tampil semakin kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar modern.
KEDIRI, SJP - Selain menjadi kain tradisional, tenun ikat telah menjadi identitas budaya dan hasil karya kebanggaan Kota Kediri. Namun, tantangan industri kreatif saat ini menjadi semakin dinamis. Selera pasar terus berubah, tren fesyen berkembang sangat cepat, dan produk lokal dituntut untuk tampil semakin kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar modern.
Untuk meningkatkan daya saing produk fesyen berbasis tenun, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri membekali 20 pelaku IKM fesyen dan para perajin tenun dengan teknis pengembangan desain.
“Secara teknis produk tenun di Kota Kediri sudah sangat baik, untuk itu kita kolaborasikan IKM tenun dan IKM fesyen di Kota Kediri agar nantinya bisa menghasilkan produk jadi seperti tas, baju atau produk aksesoris yang semakin diminati masyarakat,” tutur Direktur Industri Kecil dan Menengah, Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, Senin (18/05/2026).
Kementerian Perindustrian sendiri menggandeng Universitas Ciputra sebagai pemateri. “Melalui kolaborasi ini, kain tenun tidak hanya akan diolah menjadi pakaian biasa, melainkan didiversifikasikan menjadi produk fashion bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dll,” harapnya.
Kegiatan berlangsung pada 18–22 Mei 2026. Selama lima hari pelatihan intensif, para peserta diharapkan dapat menghasilkan dua buah produk fesyen berbasis tenun sebagai prototipe dalam kurun waktu satu bulan pascapelatihan, dengan fasilitas konsultasi daring yang terus berjalan.
“Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, kami optimis kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Dari sisi teknis teman-teman sudah keren, mudah-mudahan dengan waktu terbatas ini bisa memunculkan produk baru yang inovatif,” ujarnya.
Sebagai keberlanjutan dari kegiatan ini, hasil dari pelatihan ini bisa dikirim atau diikutkan pada pameran tanggal 9 sampai 11 Juni 2026. Pameran tersebut memamerkan khusus produk tenun yang mengangkat tema Swarna Wastra.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri, Faiqoh Azizah, berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memberikan inspirasi bagi para pelaku IKM dalam melakukan keberagaman desain produk.
Menurutnya, eksplorasi ini bisa dimulai dari pemilihan dan kombinasi warna, pengembangan motif dan modifikasi desain, pemilihan jenis benang, variasi, serta kombinasi bahan baku.
“Saya berharap adanya kesinambungan yang kuat antara penyedia (supply) kain tenun dengan proses kreatif sehingga akan tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan. Selain itu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang desain, memahami kebutuhan pasar serta menciptakan produk yang memiliki identitas budaya dan relevan dengan tren masa kini,” pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

