H-7 Lebaran 2026, Penjualan Jajanan dan Bumbu Dapur di Pasar Legi Blitar Masih Lesu

Tujuh hari menjelang Lebaran 2026, penjualan bumbu dapur dan jajanan masih lesu. Sejumlah pedagang mengaku penjualan masih cenderung sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

13 Mar 2026 - 20:45
H-7 Lebaran 2026, Penjualan Jajanan dan Bumbu Dapur di Pasar Legi Blitar Masih Lesu
Situasi penjual jajanan lebaran di Pasar Legi Kota Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, aktivitas penjualan jajanan Lebaran di Pasar Legi Kota Blitar belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Hingga H-7 Lebaran atau pada Jumat (13/3/2026), sejumlah pedagang mengaku penjualan masih cenderung sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang jajanan Lebaran di Pasar Legi, Erlin Susana, mengatakan biasanya pembeli mulai memadati kiosnya sejak dua pekan sebelum Lebaran. Namun, pada tahun ini, peningkatan jumlah pembeli belum terlalu terasa.

"Pembeli mulai ada, tapi tidak seramai Lebaran tahun kemarin. Biasanya H-7 Lebaran sudah penuh pembeli," kata Erlin saat ditemui di kiosnya, Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, pembeli masih terlihat datang dan pergi di kios milik Erlin yang menjual berbagai macam jajanan kering khas Lebaran. Produk yang dijual sudah dikemas dalam plastik maupun toples dengan harga berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000 per kemasan, dengan berat rata-rata mulai dari lima ons.

Erlin mengaku hanya berjualan jajanan kering saat menjelang Lebaran. Sementara pada hari biasa, ia lebih fokus berjualan kebutuhan sembako.

Menurutnya, menurunnya penjualan jajanan Lebaran tahun ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang sedang kurang stabil. Banyak pembeli memilih lebih berhemat dan memprioritaskan kebutuhan yang lebih mendesak.

"Sepertinya karena kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, jadi masyarakat memilih berhemat," terangnya.

Selain itu, harga jajanan juga mengalami kenaikan. Erlin menyebut harga kulakan jajanan tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya.

"Lebaran tahun ini harga jajanan kemasan tiga kilogram hampir sama dengan harga kemasan lima kilogram tahun lalu. Soalnya bahan-bahan seperti minyak goreng dan gula juga naik," ungkap dia.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang bumbu dapur di Pasar Legi bernama Ali Mahmud. Dia menyebut penjualan bumbu dapur menjelang Lebaran tahun ini juga masih belum ramai.

Padahal, menurutnya, beberapa harga komoditas justru mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Ia mencontohkan harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mencapai Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp70.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih dari Rp34.000 per kilogram turun menjadi Rp30.000 per kilogram, dan bawang merah masih stabil di kisaran Rp35.000 per kilogram.

"Biasanya kalau sudah masuk malam 21 puasa penjualan mulai ramai karena banyak masyarakat menggelar selamatan. Tapi sekarang masih biasa saja," tuturnya.

Para pedagang berharap dalam beberapa hari ke depan menjelang Hari Raya Idul Fitri, jumlah pembeli akan mulai meningkat sehingga penjualan dapat kembali menggeliat seperti tahun-tahun sebelumnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow