Gus Ipul Dorong Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan Mandiri Tanpa Bansos

Selain anaknya disekolahkan, para orang tua siswa akan mendapatkan program-program pemberdayaan agar betul-betul mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan sebagaimana tujuan utama program Sekolah Rakyat.

17 Jul 2026 - 17:33
Gus Ipul Dorong Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan Mandiri Tanpa Bansos
Menteri Sosial saat meninjau sekolah rakyat yang ada di kota pasuruan (foto isbi/SJP)

PASURUAN, SJP — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berkomitmen menjadi keluarga mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos). Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Di hadapan para orang tua siswa, Gus Ipul memimpin pembacaan komitmen bersama yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

"Saya, orang tua siswa Sekolah Rakyat, siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul, diikuti serentak oleh para orang tua.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga membekali orang tua dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi agar mampu keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.

Kegiatan Open House diawali dengan penampilan baris variasi siswa SRMP 28 Pasuruan, tari Onclang Kidang dari SRT 48 Pasuruan, pidato tiga bahasa, serta paduan suara. Gus Ipul kemudian berkeliling meninjau gedung baru Sekolah Rakyat sekaligus memperkenalkan lingkungan sekolah kepada para calon siswa.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul berdialog dengan beberapa siswa. Salah satunya Rachmad Albi Fakhri (15), komandan baris variasi.

"Senang di Sekolah Rakyat?" tanya Gus Ipul.

"Senang sekali," jawab Albi.

Saat ditanya alasannya, Albi mengaku senang karena memiliki banyak teman yang baik.

Momen haru terjadi ketika Mai Nur Shafa (12), pembaca puisi, tak mampu menahan air mata saat tampil di atas panggung. Kepada Gus Ipul, Shafa mengaku merindukan kedua orang tuanya yang telah lama merantau.

"Karena kangen kedua orang tua."

"Emang sudah berapa lama tidak bertemu?" tanya Gus Ipul.

"Sejak awal kelas satu, karena orang tua pergi merantau," ungkap Shafa.

Shafa mengaku telah tinggal bersama neneknya sejak berusia dua tahun. Meski jarang bertemu orang tua, gadis yang bercita-cita menjadi dokter itu bertekad belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan keluarganya.

"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tua saya. Saya ingin membahagiakan orang tua saya," ujarnya.

Mendengar kisah tersebut, Gus Ipul memberikan apresiasi atas semangat Shafa.

"Padahal belum bertemu orang tuanya, tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini," pujinya.

Gus Ipul juga memperkenalkan slogan baru bagi para siswa.

"Kalau saya mengatakan 'Siswa Sekolah Rakyat', kalian menjawab: 'Setiap siswa berharga!'"

Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir dengan semangat bahwa tidak ada anak yang dianggap gagal atau bodoh. Setiap siswa memiliki potensi dan kelebihan yang harus dikembangkan.

Ia juga berbincang dengan Muhammad Dafa Maulana (16), calon siswa yang sempat putus sekolah sejak kelas dua SD.

Kisah Dafa, kata Gus Ipul, menjadi salah satu alasan penting hadirnya Sekolah Rakyat sebagai upaya negara memastikan setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan.

"Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik," tegasnya.

Di akhir acara, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pasuruan yang telah mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan komitmennya untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Saat ini kita bisa melihat perubahan yang luar biasa pada anak-anak. Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi mereka yang selama ini belum bisa merasakan suasana belajar di sekolah," katanya.

Open House Sekolah Rakyat turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Nuri, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, unsur Forkopimda Kota Pasuruan, pejabat Kementerian Sosial, serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow