School of Journalism 2025: Inisiasi IJTI untuk Generasi Jurnalis Profesional

IJTI Korda Malang Raya membekali pelajar Kota Malang dengan keterampilan produksi berita, teknik liputan, dan literasi jurnalistik praktis melalui School of Journalism 2025.

25 Sep 2025 - 17:23
School of Journalism 2025: Inisiasi IJTI untuk Generasi Jurnalis Profesional
Puluhan siswa SMA dan SMK mengikuti School of Journalism 2025 yang digelar IJTI Korda Malang Raya di Aula Perpustakaan Kota Malang, Kamis (25/09/2025). (Foto : Istimewa)

MALANG, SJP — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, di bawah kepemimpinan Hilda Daningtyas, untuk pertama kalinya menyelenggarakan School of Journalism 2025.

Acara ini diadakan di Aula Perpustakaan Kota Malang pada Kamis (25/9/2025) dan diikuti oleh lebih dari 50 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Malang.

Program IJTI Mengajar dirancang untuk menumbuhkan literasi jurnalistik yang mendalam pada generasi muda, sekaligus memperkenalkan praktik profesional dalam pembuatan berita dan konten media televisi.

Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, menekankan bahwa program ini merupakan upaya strategis untuk menyiapkan kader jurnalis yang kompeten, kreatif, dan etis.

"Kami ingin generasi penerus memiliki bekal yang cukup untuk memahami dinamika media, menyampaikan informasi secara akurat, dan bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Acara ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, Ahmad Amin dari JatimTimes.com dan Tutus Sugiarto dari MD TV, yang membagikan wawasan praktis tentang produksi konten, teknik peliputan lapangan, hingga editing video.

Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan naskah, pengambilan gambar, serta penyusunan konten yang edukatif.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Nabila Hasna, siswi MAN 2 Kota Malang, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Ia belajar membuat konten yang bukan sekadar menarik, tetapi juga edukatif dan sesuai etika jurnalistik.

Nabila menjelaskan, selain teknik pengambilan video seperti wide shot dan medium shot, ia juga mempelajari bagaimana menyusun cerita yang logis, jelas, dan informatif.

"Selain menulis naskah, saya belajar menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, tapi tetap akurat. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya," tutur Nabila.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membantunya memahami dunia media secara praktis, bukan hanya teori dari buku.

Sementara itu, Indira Dwi Nanda, Kepala Bidang KIP Diskominfo Kota Malang, mengapresiasi inisiatif IJTI dan menekankan pentingnya program ini untuk membangun kesadaran jurnalistik sejak usia dini. 

"Kegiatan ini membuka ruang bagi pelajar untuk mengalami langsung proses jurnalistik, sekaligus memperkuat literasi media di masyarakat," katanya.

Dengan terselenggaranya School of Journalism 2025, IJTI berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki etika jurnalistik yang kuat, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia media dan masyarakat luas. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow