Gunakan Teknologi Beton dan Hotmix, Dinas PUPR Jombang Bangun Infrastruktur Jangka Panjang
Langkah ini merupakan strategi untuk menyesuaikan konstruksi dengan karakteristik beban lalu lintas demi menciptakan infrastruktur yang awet dan tahan lama.
JOMBANG, SJP – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memadukan teknologi beton (rigid pavement) dan hotmix dalam pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan strategi untuk menyesuaikan konstruksi dengan karakteristik beban lalu lintas demi menciptakan infrastruktur yang awet dan tahan lama.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa penetapan skala prioritas pembangunan tidak dilakukan sembarangan. Pihaknya telah memetakan lima paket Proyek Strategis Daerah (PSD) yang dinilai krusial dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta memacu akselerasi ekonomi di sektor pertanian dan industri.
"Penetapan lokasi didasarkan pada kajian teknis yang komprehensif, mulai dari tingkat kerusakan jalan hingga peran ruas tersebut dalam jaringan transportasi kabupaten. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas fisik jalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketahanan infrastruktur jangka panjang," ujar Bustomi, Kamis (30/4/2026).
Untuk menangani kerusakan berat dan memastikan usia pakai lebih lama, teknologi beton diterapkan di ruas Gebangbunder–Plandaan dengan alokasi dana Rp 2,65 miliar. Sementara itu, pendekatan berbeda digunakan pada ruas Cukir–Mojowarno yang mendapatkan anggaran Rp 1,18 miliar. Proyek ini difokuskan pada pelapisan hotmix dua lapis serta penguatan titik rawan longsor.
Beberapa ruas vital lainnya juga menjadi perhatian utama. Jalur Mojoagung–Mojoduwur yang menghubungkan kawasan permukiman ke pusat ekonomi dialokasikan dana sebesar Rp 2,77 miliar. Di wilayah utara Brantas, perbaikan juga menyasar ruas Made–Asemgede di Kecamatan Ngusikan dengan anggaran Rp 2,66 miliar.
Pembangunan infrastruktur ini juga menyentuh sektor pariwisata di dataran tinggi. Ruas Mojolegi–Panglungan di Wonosalam dialokasikan dana Rp 1,90 miliar yang mencakup pelebaran bahu jalan serta pembangunan struktur penahan tebing untuk meningkatkan keamanan transportasi.
Bustomi memastikan seluruh proyek dikerjakan melalui mekanisme pengadaan yang transparan dengan pengawasan ketat di lapangan guna menjamin hasil pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kemantapan jalan secara signifikan. Dengan infrastruktur yang prima, mobilitas masyarakat akan lebih lancar sehingga biaya distribusi dapat ditekan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang secara merata," pungkasnya. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

