Gudang Produksi Terbakar Lagi, Anggota DPRD Soroti Hydrant Pabrik-pabrik di Gresik
Ketidaklengkapan Hydrant menjadi sorotan saat gudang produksi pabrik spons terbakar di Kabupaten Gresik. Standar keamanan kebakaran setiap pabrik pun dipertanyakan.
GRESIK, SJP — Sebuah gudang produksi milik PT Sentral Harapan Jaya di Jalan Kepatihan Industri, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, kembali dilalap api, Kamis (29/5/2025) pagi. Sebelumnya gudang pabrik spons atau gabus itu sudah pernah terbakar pada enam bulan, lalu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik, Suyono melalui Bakti selaku kepala seksi Damkarla Kabupaten Gresik, mengatakan kebakaran pabrik kali ini dipicu oleh percikan api pekerja las yang mengenai spons.
"Ada dua orang pekerja yang sedang mengelas mesin boiler, percikan api mengenai sepon yang ada di bawanya dan terbakar," kata Bakti, Kamis (29/5/2025).
Bakti menyampaikan, atas laporan pihak pabrik, petugas Damkarla langsung merapat ke lokasi kejadian kebakaran. Petugas melaksanakan pemadaman selama rentang waktu hampir satu jam.
Pihaknya menegaskan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka. Sedangkan untuk kerugian masih belum dapat diketahui.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, asal Kecamatan Menganti, turut hadir dalam pemadaman api di pabrik spons tersebut.
Atas kejadian itu, Ia menyoroti soal kurangnya standar keamanan kebakaran seperti hydrant yang dimiliki pabrik-pabrik di Kabupaten Gresik.
Menurut dia, hydrant dapat memberikan sumber air yang cepat dan mudah diakses untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.
"Pabrik-pabrik harus ada hidran. Sehingga bila terjadi kebakaran, bisa segera dipadamkan. Saat ini banyak sekali pabrik yang tidak punya hidran,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

