Gubernur Jatim Klaim Sekolah Rakyat di Mojokerto Siap Beroperasi Juli Ini

Fasilitas yang tersedia berupa ruang kelas, laboratorium, asrama, ruang wali asuh, kamar mandi, dan area mencuci pakaian disebutnya sudah siap untuk digunakan pada ajaran baru tahun ini.

01 Jul 2025 - 08:04
Gubernur Jatim Klaim Sekolah Rakyat di Mojokerto Siap Beroperasi Juli Ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat tinjau kesiapan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJPGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2025-2026 yang akan dimulai pada 14 Juli 2025.

Hal itu diungkapkan setelah Khofifah meninjau seluruh sarana dan prasarana (sarpras) yang dianggap sudah layak digunakan untuk program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto itu. 

Fasilitas yang tersedia yaitu ruang kelas, laboratorium, asrama, ruang wali asuh, kamar mandi, dan area mencuci pakaian. Semuanya disebut sudah siap untuk digunakan pada ajaran baru tahun ini. 

"Insyaallah pada 14 Juli akan dimulai proses belajar mengajar. Sekolah Rakyat ini siap beroperasi," kata Khofifah di lokasi Sekolah Rakyat yang berada di area Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (30/6/2025). 

Selain meninjau kesiapan sarpras, Khofifah juga bertemu dengan calon siswa bersama orang tua siswa. Khofifah menjelaskan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojolerto ditujukan untuk siswa setingkat SMP.

Nantinya, pada Sekolah Rakyat ini akan dibuka dua rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel berisi 25 siswa. Sehingga total ada 50 siswa untuk awal tahun ajaran baru yang akan berjalan ini.

Selain memastikan kesiapan, Khofifah juga berdialog dengan calon siswa hingga orang tua siswa. Khofifah juga membagikan perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, dan perlengkapan lain kepada para calon siswa.

Dia menandaskan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan gratis khususnya di Jawa Timur. 

"Arahnya ini untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan fasilitas pendidikan setingkat SMP," pungkasnya. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow